by

Ketua FPII Aceh, Ronny: Polisi Wajib Proses Hukum Penganiaya Wartawan Lintasatjeh

Ketua Setwil FPII Aceh, Ronny.
RADARINDONESIANEWS.COM, ACEH – Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh, Ronny,
menuntut aparat kepolisian memproses hukum pelaku penganiayaan terhadap
 wartawan Lintasatjeh, Sumardi (Adi) yang kritis setelah kepalanya
dipukul dengan balok kayu dan diduga juga diancam dengan parang oleh
pelaku,RML, Kamis (15/6).
” Itu kejahatan, dan sangat keterlaluan, meskipun persoalan pribadi, hal
seperti itu tidak akan bisa dibenarkan, apalagi ini bulan puasa,
harusnya pelaku bisa menahan diri” tegas Ronny, Jumat ( 16/6)
Ronny mengharapkan, sesuai wewenang dan tanggungjawabnya pihak
kepolisian diminta mengambil tindakan tegas sesuai perintah hukum, agar
hal demikian tidak menjadi preseden buruk ditengah masyarakat di
kemudian hari.
“Kenapa kita minta ini diproses hukum? supaya jangan jadi kebiasaan,
budaya kekerasan harus dihapuskan, apalagi ini korbannya wartawan.
Jangan sampai muncul anggapan, oh ternyata gampang mukul wartawan,
tinggal damai aja nanti, ini kan contoh buruk yang bisa dimanfaatkan
pihak lain yang tidak senang terhadap Pers,” ungkap Ronny.
Menurutnya, wewenang kepolisian harus diterapkan setegas mungkin atas
kasus ini, agar kekerasan tidak terus – menerus berlanjut menjadi solusi
bagi masyarakat atas penyelesaian setiap masalah.
“Ini kan jelas penganiayaan, sampai hampir terbelah kepala korban,
tambah diancam lagi pakai parang, kalau korban tewas bagaimana, apa mau
dibiasakan, Apa kekerasan akan terus jadi solusi ?” ketus Ronny.
Ronny menegaskan , pihaknya akan mengawal proses hukum kasus
penganiayaan yang dialami Wartawan yang juga tergabung dengan FPII Aceh
ini hingga tuntas.
” Meski diduga persoalan pribadi, kami akan lacak apa motif sebenarnya.
FPII akan bekerjasama dengan organisasi Pers lainnya, seperti PPWI
tempat Sumardi bernaung, agar kedepan tidak ada lagi kejadian seperti
ini, tindak kekerasan bukan bukti bahwa seseorang itu hebat” tegas
Ronny.
Dia juga berharap hukum ditegakkan seadil – adilnya, agar angka kekerasan dapat ditekan di bumi rencong bertuah ini.
” Kami berharap hukum ditegakkan seadil – adilnya, coba dibongkar ada
apa sebenarnya, kenapa pelaku sampai melakukan tindakan sadis seperti
itu, yang jelas tindak kekerasan lebih membuktikan aksi kejahatan
daripada kebaikan” pungkas Ronny menutup keterangannya.(wan)
 
 
 


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 19 =

Rekomendasi Berita