Ketua Umum SWI: Pancasila Rumah Besar Seluruh Rakyat Indonesia

Berita19 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, AKARTA – Ketua Umum Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Iskandar, S.Sos., menegaskan bahwa Pancasila merupakan rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan itu disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026.

Menurut Iskandar, di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin kompleks, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan nasional.

“Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus terus menjadi pijakan dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Iskandar dalam siaran pers yang diterima, Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengajak seluruh keluarga besar SWI, insan pers, dan masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, saya mengajak seluruh keluarga besar SWI, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Iskandar juga mengingatkan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik yang sehat, mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat persatuan, serta menjadi penjaga kebenaran dan keadilan.

Menurut dia, pers yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila akan selalu mengedepankan profesionalisme, etika, dan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan maupun kelompok.

“Pers yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila akan selalu mengedepankan profesionalisme, etika, dan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan maupun kelompok,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Iskandar berharap Pancasila senantiasa menjadi cahaya yang menerangi perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih maju, damai, adil, dan sejahtera.

Ia juga mengajak insan pers menjadikan media sebagai kekuatan pemersatu bangsa, penggerak pembangunan, serta penjaga harmoni sosial.

“Dirgahayu Pancasila. Jayalah SWI, jayalah Pers Indonesia, dan jayalah Indonesia,” ujar Iskandar.

Naskah ini sudah mengikuti gaya Tempo: lead langsung pada pokok berita, paragraf pendek, kutipan efektif, dan penutup yang menegaskan pesan utama narasumber.[]

Comment