by

KH.Tb.Abdurrahman Anwar: Ulama Menjadi Ujung Tombak Kawal Pilkada DKI

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tinggal hitungan hari. Dalam konteks demokrasi ini, peran ulama harus lebih intensif agar Cagub dan cawagub muslim mampu memenangkan pilkada.
Dalam rilis yang dikrim ke radarindonesianews.com, Jumat (14/4), KH.Tb.Abdurrahman Anwar membeberkan alasan persoalan ulama turun gnungs.
“Ada beberapa alasan mendasar dan keharusan bagi para Alim Ulama turun gunungmengawal jalannya Pilkada di Jakarta. Pertama, Ulama berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran kepada umatnya sesama Muslim karena menyembunyikan kebenaran adalah dosa besar oleh sebab itu tidak henti hentinya ulama selalu mengajak warga Jakarta agar jangan sampai salah memilih pemimpin dalam Pilkada Jakarta ini.” Ujarnya.
Alasan kedua lanjut KH. Tb Abdurrahman, sesuai dengan hasil ijtihad politik para ulama bahwa Pilkada Jakarta bukan hanya ajang pertarungan politik melainkan dua pertarungan sekaligus yakni pertarungan politik dan pertarungan akidah, sehingga jika umat salah dalam memilih calon gubernur maka dampak madhorotnya lebih besar dipandang dari berbagai sisi apapun.
Alasan ketiga, lanjutnya, pertarungan Pilkada Jakarta adalah pelawanan antara hak Dan batil, benar dan salah, halal dan haram, antara pembela al Qur’an Dan penista al Qur’an, antara pembela Islam dan musuh Islam, antara pembela negara dan musuh negara, antara pemersatu bangsa dan pemecah belah bangsa, antara calon gubernur Muslim Dan calon gubernur kafir.
Menurut KH.Tb.Abdurrahman Anwar, Ahok, calon gubernur kafir ini sudah menabuh genderang perang kepada umat Islam dengan menistakan al Qur’an Dan melecehkan ulama. 
Ahok menjadi musuh Islam karena sudah menjadi kafir Harbi yang harus dilawan dan diperangi, bukan karena Ahok itu Ciina,  karena umat Islam tdk pernah memusuhi Cina dan suku apapun, bukan karena Ahok itu Kristen karena umat Islam tdk pernah memusuhi agama  dan keyakinan apapun. Tetapi umat Islam menjadi kan Ahok musuh bersama karena telah menistakan al Qur’an dan melecehkan ulama. 
Ditambahkannya, alasan ke lima adalah umat Islam wajib memilih calon gubernur Muslim dan itu sudah menjadi fardhu Ain dalam fikih siyasah hasil istimbath para ulama. 
Alasan ke enam, umat Islam Jakarta menuntut keadilan dan proporsionalitas sebagai Muslim yang mayoritas, Jakarta 85 persen beragama Islam. Papua mayoritas penganut protestan wajar dan adil dari tahun ketahun memiliki gubernur protestan. Bali mayoritas penganut Hindu, wajar dan adil dari tahun ke tahun gubernurnya selalu Hindu. Nusa tenggara Timur mayoritas penganut Katholik,  wajar, adil dan proporsional gubernurnya Katholik. 
Demikian juga warga Muslim Jakarta menuntut keadilan menginginkan gubernur Muslim yang notabene dihuni mayoritas Muslim. 
Sebagai alasan ke tujuh, KH.Tb Abdurrahman menekankan bahwa memilih gubernur Muslim adalah hak warga Jakarta yang dijamin oleh konstitusi negara dan dijamin oleh ajaran Islam. Oleh sebab itu para ulama turun gunung mengawal Pilkada Jakarta agar seluruh umat Islam memilih gubernur muslim yang merupakan kewajiban umat Islam sesuai dengan keyakinan agama yang dianut.
“Haram serta terlarang keras seorang muslim memilih atau mencoblos calon gubernur kafir. Semoga Alloh swt memenangkan calon gubernur Muslim Dan warga Jakarta memiliki gubernur Dan wakil gubernur baru yang Muslim.” Imbuhnya.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =

Rekomendasi Berita