by

Komunitas Politik Guntur 49 Tuntut KPK Segera Tuntaskan Korupsi E-KTP

Komunitas Politik Guntur49 saat unras di KPK.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Telah berlangsung aksi unjuk rasa serta treatikal melepaskan seekor tikus berwarna ‘merah,biru, kuning’ di depan gedung kantor antirasuah atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI oleh sekerumunan massa pendemo ‘Komunitas Politik Guntur49’ melanjutkan demonstrasi yang digelar oleh SPRI sepekan lalu,  Kamis (8/6/2017) menuntut segera dituntaskannya kasus ‘Mega Korupsi’ E-KTP. Jakarta, senin (12/6).

Yudi Syamhudi Suyuti, salah seorang pendemo menyerukan,”Untuk bertindak tegas menuntaskan kasus E-KTP ini dan menyerahkan kepercayaan pada KPK. Karena salah satu tugas KPK untuk berpihak pada rakyat, kami minta KPK bertindak tegas karena ini untuk kesejahteraan dan demi seluruh rakyat Indonesia !,” tukas aktivis ‘Komunitas Politik Guntur49’ saat orasi.

Menurut pendemo, mega korupsi E-KTP diduga melibatkan oknum wakil rakyat yang duduk di parlemen maupun penjabat Kemendagri RI. Harapan rakyat dimana Partai politik, Pejabat Kemendagri,, dan DPR RI yang semestinya menjadi penegak hukum pemberantasan korupsi, malahan justru ketiga (3) institusi ini turut andil disinyalir menjarah proyek E-KTP pula.

Para pendemo pun membentangkan spanduk berwarna merah, dan umbul uimbul menyerupai ikon ‘identitas penduduk’ (KTP elektronik) dengan spanduk bertuliskan,”E-KTP Ladang Para Koruptor”,”Tangkap 60 Oknum DPR yang menerima suap”, “Jangan Hanya Jadikan Saksi Oknum DPR Yang Menerima Suap E-KTP”,”Paceklik Blanko E-KTP Membuat Rakyat Sengsara”, “Tangkap Gamawan Fauzi Sekarang Juga !!!”,”Pecat dan Tangkap Setnov Sekarang Juga!”,”Usut Tuntas E-KTP”.

Selanjutnya, selaku Koordinator aksi Komunitas Politik Guntur 49, Isti Nugroho mengemukakan,””Kita tidak lelahnya mengingatkan pada penguasa, lembaga superbodi yang namanya KPK, soalnya mengapa koruptor kelas kakap dibiarkan,” ungkap budayawan, yang juga termasuk aktivis penggiat anti korupsi itu mengatakan.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya dalam hal ini, kemuka Isti Nugrojo mengatakan,”Apakah KPK takut ? KPK bukanlah dibawah Presiden, namun tidak ada kekuatan yang dapat menandinginya,” tukasnya.

Soalnya, menurut Isti, menegaskan,”Wahai…KPK di bawah kepemimpinan Agus Raharjo, tangkap Setya Novanto, tangkap Gamawan Fauzi !!,” Serunya dalam orasi.

“Kepada tikus tikus saja, kamu takut apalagi pada ‘Harimau’…kamu pasti ‘ngacir’. Tikus yang berwarna merah, biru, kuning. Jelas warnanya kamu takut, apalagi sama orangnya,” ujarnya seraya menunjukkan seekor tikus berwarna yang dibawa pendemo ke KPK.

“Mana KPK yang katanya Superbodi. Berani menangkap DPRD, korupsi Mega Proyek E-KTP 5,9 triliun rupiah dibiarkan,” tukasnya.

“Yang ditebang hanya DPRD, hanya Direktur, kalau kecil kecil mau ditebang. Namun tidak berani memenjarakan menteri,” ulasnya.

“Kami akan melepaskan tikus berwana kuning, biru dan merah ini, biar KPK ‘menangkap’ tikus tikus itu. Jangan takut, ini tempatnya rakyat.” pungkasnya.[Nicholas]

Comment