by

Lia Sulastri: Kemuliaan Perempuan Dalam Naungan Islam

Lia Sulastri
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Islam adalah agama sempurna yang Allah SWT turunkan kepada nabi Muhammad SAW untuk dijadikan tuntunan dan pedoman hidup bagi pemeluknya. Islam adalah agama yang rahmatan Lil ‘aalamiin yang mengatur seluruh aspek kehidupan umatnya. Bahkan di dalam islam, diatur sedemikian rupa mengenai kehidupan perempuan beserta seluruh aturannya yang mana aturan-aturan tersebut adalah dalam rangka untuk memuliakan perempuan. 
Jauh sebelum Islam datang, kehidupan perempuan baik di negara Arab maupun negara-negara diluar Arab memandang perempuan sebagai makhluk yang rendah dan hina. Di Arab ketika ada anak perempuan yang lahir kebumi dianggap sebagai suatu aib bagi keluarga sehingga bayi yang baru lahir itu harus dikubur hidup-hidup. Di Yunani yang dikenal sebagai bangsa yang beradab tinggi, ternyata tak lebih baik dalam memandang kaum perempuan. Perempuan di anggap sebagai sosok yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit dan kehancuran bagi bangsa nya. Begitupun dengan Romawi dan Persia, bagi kedua bangsa ini perempuan hanya dianggap sebagai budak yang tidak bisa dilepaskan belenggunya. 
Ternyata kondisi-kondisi seperti ini masih di alami oleh perempuan-perempuan khususnya di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim hingga kini. 
Di Indonesia sendiri kehidupan perempuan tak jauh lebih baik. Banyak kasus-kasus kekerasan justru terjadi pada perempuan. Baik itu kekerasan dalam rumah tangga maupun pelecehan seksual. Bahkan perempuan dianggap tidak berguna ketika tidak memiliki pekerjaan dan tidak mendapatkan penghasilan. 
Oleh karena itu, isu-isu kesetaraan gender masih senantiasa digaungkan. Terlebih dengan adanya peringatan Hari Perempuan Internasional ( International Women’s Day ) yang belum lama ini di adakan dengan mengangkat tema ” balance for better “, kaum perempuan seolah-olah dipaksa untuk bisa setara dengan kaum laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan. 
Kedudukan perempuan tidak boleh lebih rendah dari laki-laki. Bahkan untuk urusan pekerjaan pun perempuan dibolehkan memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari kaum adam. Maka tidak aneh, di negara-negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis banyak perempuan-perempuan yang merelakan waktunya habis diluar rumah untuk bekerja ketimbang menjadi ibu rumah tangga biasa yang tidak menghasilkan apa-apa. 
Alih-alih ingin meningkatkan kualitas kehidupan, justru banyak perempuan yang melupakan kewajiban nya sebagai seorang istri dan ibu yang justru di tangannyalah peradaban dunia bisa bangkit. Tanpa disadari kaum perempuan sudah menjadi barang komoditi yang siap menghasilkan keuntungan bagi kaum kapitalis. Perempuan hanya dijadikan alat produksi berharga murah demi memuaskan nafsu materi para kapitalis. 
Inilah kondisi miris yang dialami oleh perempuan-perempuan tanpa adanya naungan Islam. 
Dalam pandangan Islam, sejatinya perempuan memiliki kesetaraan yang sama dengan laki-laki dalam hal ketaatan mereka terhadap aturan Allah SWT bukan pada bentuk fungsi dan perannya. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat Al-ahzab ayat 35 bahwa ” Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar “. 
Islam memberikan peranan begitu besar kepada perempuan sebagai Ummu wa robbatul bayt dan Ummu ajya ( ibu generasi ) Dimana di tangannyalah lahir generasi-generasi unggulan yang mampu merubah peradaban dunia. Generasi-generasi tangguh yang mampu membela islam dan menegakkannya sebagai agama yang Haq. 
Kehormatan perempuan begitu dijaga dengan aturan-aturan dari islam. Hal ini menandakan bahwa Islam begitu menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. 
Maka sebagai umat muslim, memperjuangkan Islam sebagai agama yang Haq adalah suatu kewajiban. Agar segala aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah bisa di tegakkan. Karena hanya dengan tegaknya islamlah kemuliaan perempuan bisa diraih dengan kemuliaan yang hakiki. Dan aturan Islam hanya bisa tegak dengan adanya khilafah. Wallahu ‘alam bish-showwab.[]

Penulis adalah aktivis dakwah

Comment

Rekomendasi Berita