by

Lompat Dari Motor Pelaku, Bocah Perempuan Di Tangsel Lolos Dari Penculikan

 

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGSEL — Seorang bocah perempuan berinisial A (12), berhasil lolos dari aksi penculikan di wilayah Bakti Jaya, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). A berhasil meloloskan diri usai nekat meloncat dari sepeda motor pelaku.

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Tri Purwanto mengatakan, aksi penculikan ini bermula saat korban dan beberapa teman sebaya tengah bermain sepeda di sekitar perumahan tempatnya tinggal.

Tiba-tiba pelaku yang mengendarai sepeda motor datang menghampiri sambil berpura-pura menanyakan alamat kepada korban.

Korban dan temannya lalu menyarankan pelaku mencari lokasi alamat itu melalui aplikasi peta. Selanjutnya pelaku berdalih, jika dia tidak paham menggunakan aplikasi tersebut dan meminta korban mengantar dengan iming-iming diberi upah.

“Pelaku ini seorang laki-laki. Dia memaksa korban untuk ikut ke atas motor dan sempat menarik korban dengan diiming-imingi juga uang Rp5 ribu untuk mengantarkan,” kata Tri Purwanto, Rabu (12/01/22). Korban akhirnya diajak naik ke atas motor dan pergi bersama pelaku.

Dalam perjalanan, pelaku sempat menunjukkan sebilah senjata tajam jenis pisau untuk menakuti agar korban tidak berontak dan menangis.

“Korban ini mengaku diancam dengan pisau oleh pelaku, jadi biar nurutin kemauan pelaku,” jelas Tri.

Begitu sampai di daerah Pabuaran, Bogor, kendaraan pelaku berjalan agak pelan lantaran sedang ramai warga yang menonton sepak bola di pinggir jalan. Kesempatan itu dimanfaatkan korban dengan meloncat dari atas sepeda motor.

“Korban langsung loncat dan kabur ke lapangan bola, sambil nangis teriak minta tolong ke warga di sana,” ucapnya.

Warga sekitar langsung berkerumun menghampiri korban. Mereka sempat berupaya mengejar, namun pelaku lebih dulu tancap gas dan pergi dari lokasi.

Pengurus lingkungan setempat lantas menghubungi nomor telepon orang tua korban untuk datang ke lokasi. “Untungnya korban ini ingat nomor ibunya, akhirnya ditelepon sama pengurus lingkungan di sana soal kejadian itu,” paparnya.

“Setelah kejadian itu, korban menjadi pendiam, takut keluar rumah, dan untuk mandi pun pintunya selalu dibuka karena masih ada trauma itu ya. Kita sudah berikan pendampingan psikologis biar bisa pulih lagi,” ungkapnya.

Karena pertimbangan psikologis sang anak, pihak orang tua sendiri belum melaporkan kejadian itu ke polisi. Sementara ini fokus keluarga korban ingin lebih dulu memulihkan rasa trauma yang dialami putrinya.(R.Fikri/Gemaberita).

Comment

Rekomendasi Berita