Mauiza Ridki, S.Pd: Nutrisi Otak untuk Pengemban Dakwah

Berita2730 Views
Mauiza Ridki, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pengemban dakwah merupakan orang yang menyeru manusia menuju jalan kebenaran atau jalan Rabbnya dan menyeru manusia menjauhi perbuaran mungkar, agar manusia tidak tersesat. Pengemban dakwah melakukan aktivitasnya atas perintah Allah dan Rasul-Nya. 
Setiap melakukan aktivitasnya pengemban dakwah tidak pernah mengharap imbalan berupa pujian, harta, dan lainnya. Tetapi mereka hanya mengharapkan ridha Allah dengan mendapatkan balasan surga seluas langit dan bumi. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, harta bahkan nyawa. Mereka benar-benar orang mukhlis untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini.
Para pengemban dawah terus menerus menyeru manusia ke jalan kebenaran, tanpa kenal lelah dan letih. Apalagi pada saat ini manusia sudah tidak lagi menjadikan hukum Allah sebagai aturan hidup mereka, melainkan menggunakan hukum jahiliyah sebagai aturan hidup mereka, hal ini jelas bertentangan dengan Islam sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”.(Q.S. Al-Maidah [5] : 50)
Ketika manusia sudah mencampakkan hukum Allah maka hal inilah yang telah membuat manusia tersesat sesesat-sesanya. Manusia pada saat ini melakukan kemaksiatan secara terang-terangan, mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah sehingga tidak heran kerusakan moral manusia terus terjadi, angka kriminalitas terus meningkat, dan bencana alampun sering terjadi akibat ulah tangan manusia. Maka dari itu peran pengemban dakwah sangat penting dalam mengembalikan manusia menuju jalan kebenaran dan menumpas segala kemungkaran.
Dakwah yang dilakukan pengemban dakwah ditengah-tengah masyarakat bertujuan untuk mengembalikan manusia berhukum terhadap hukum Allah, karena yang berhak menetapkan hukum adalah Allah sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: …,”Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik”.(Q.S Al-An’am [6]: 57).
Ketika pengemban dakwah terjun ditengah-tengah masyarakat yang sudah tercemar kerusakan, maka mereka harus mempersiaplan senjata ampuhnya untuk menyingkirkan virus-virus kerusakan yang telah tertanam di benak masyarakat. Mereka harus memiliki keberanian yang tinggi dan memiliki kecerdasan dalam menghadapi manusia yang berada dalam kerusakan yang nyata. 
Adapun persiapan yang harus dilakukan pengemban dakwah sebelum terjun ke tengah umat yaitu: dekat dengan Al-Qur’an dengan banyak membaca dan menghafal Al-Qur’an, menghafal banyak hadis, mengikuti banyak kajian ke-Islaman, banyak mendengarkan ceramah ustad/ustadzah, banyak membaca berita (baik media cetak maupun media online), benyak membaca buku untuk menambah wawasan dan tsaqofah dan lain-lain, semua itu merupakan nutrsi otak pengemban dakwah, sebagaimana tubuh juga juga butuh nutrisi untuk bertahan hidup. 
Ketika pengemban dakwah sudah mempersiapkan senjata ampuhnya dengan sebaik-baiknya maka sangat mudah bagi mereka terjun ditengah-tengah masyarakat. Dari itu sudah sepantasnya para pengemban dakwah mendekatkan dirinya dengan Al-Qur’an dan tidak bermalas-malasan membaca serta menghafalnya, sering mengikuti kajian dan tidak bermalasa-malasaan untuk hadir, banyak membaca berita dan membaca buku dengan berbagai referensi shohih untuk menunjang dakwahnya dan tentunya tidak bermalas-malasan dalam membaca berita dan buku. Hal inilah yang membuat pengemban dakwah menjadi cerdas dan siap untuk mencerdaskan umat. Wallah a’lam bi ash-shawab/[]

Penulis adalah aktivis dakwah

Comment