by

Maya Miranda Ambarsari, Tak Hanya Sukses Dalam Karir Tapi Juga Sosial

Maya Ambarsi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kesuksesan dalam bekerja tak membuat wanita kelahiran 9 Juli 1973,
Maya Miranda Ambarsari, SH., MIB merasa tinggi hati, justru sebaliknya,
membuatnya ingin selalu melakukan perbuatan baik dengan menolong sesama,
terutama yang mengalami kesusahan. Wanita cantik ini memiliki
perusahaan pertambangan emas, perusahaan properti serta guest house di
area elit.

Maya sangat bersyukur atas apa yang telah diberikan
Pencipta kepadanya dan keluarga. Ia mendirikan Rumah Belajar Miranda,
tempat di mana masyarakat umum dapat mengenyam kegiatan pendidikan, baik
itu berupa Majelis Ta’lim Ummul Choir (Kelas Pemula, Kelas Menengah dan
Kelas Mahir), Taman Pendidikan Al qur’an Ummul Choir (TPA Kids, TPA
Menengah dan Ta’lim Qur’an lil Awlad), Kursus Mr.Math (Matematika),
English Education Program (EEP), dan Kursus Calis (Baca Tulis).

“Rumah
Belajar Miranda saya dirikan karena dari kecil saya melihat orang tua
saya banyak sekali menolong orang. Banyak yang tidak mampu, saya pun
nggak kuat melihat ibu-ibu yang tua, ibu jompo nggak mampu dan anak-anak
yang tidak sekolah,” kata Maya kepada Vemale di kawasan Pondok Indah
Jakarta Selatan Jumat 27 November 2015.


Selain
itu, Rumah Belajar Miranda menyediakan Taman Bacaan dan Media Library.
Semua kegiatan belajar mengajar ini adalah bersifat Sosial dan Semi
sosial. “Saat ini ada sekitar kurang lebih 500 orang yang terlibat
kegiatan belajar mengajar di Rumah Belajar Miranda,” jelasnya.

Baginya,
perempuan hebat bukanlah dilihat dari karirnya, namun tahu bagaimana
berperan dalam menjalani kehidupannya. Sebagai istri dan ibu ia pun
tetap menjalankan tugasnya, sehingga selain sukses dalam karir, kegiatan
sosial dan mengurus keluarganya dijalani Maya dengan senang hati.


“Sebagai
perempuan Indonesia, saya menganggap kaum wanita itu tangguh. Saya
bangga menjadi wanita Indonesia mampu melaksanakan multi tasks, baik
mengurus keluarga maupun bekerja untuk membantu perekonomian keluarga,”
terang Maya.

Maya pun dapat lebih mengatur waktu untuk
kegiatan-kegiatan lainnya, baik itu terlibat dalam organisasi
kewanitaan. Ia juga aktif dengan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.
Kegiatan positif itulah yang membuatnya merasa menikmati keindahan
kehidupan.[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =

Rekomendasi Berita