by

Membangun Percaya Diri dengan Bahasa Tubuh

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hari ini, Anda akan melakukan presentasi penting. Atau, hari ini Anda wawancara kerja dengan perusahaan yang sudah lama Anda idamkan. Sialnya, tubuh Anda tak mau kompromi. Jantung berdegup, tangan dingin, kaki gemetar, keringat membasahi tubuh. Alamaak… Apa yang harus dilakukan agar kita bisa tampil lebih percaya diri?

Silakan praktikkan hal berikut. Duduk tegak. Busungkan dada. Tarik bahu ke atas. Dongakkan kepala. Sudah? Sekarang dalam posisi ini buat raut cemberut sembari mengingat peristiwa sedih. Bisa?

Jika sudah, segera ubah posisi. Duduk lesu, kepala tertunduk, bahu jatuh. Sudah? Sekarang coba tersenyum dan mengingat peristiwa bahagia yang pernah dialami. Bisa?

Jika serius melakukannya, Anda tahu betapa sulit membuat raut cemberut saat posisi tegak dan mencoba tersenyum saat menunduk lesu. Tubuh kita pada dasarnya bekerja selaras. Saat menunduk lesu, kita lebih sulit tersenyum, begitu juga sebaliknya. Maka kita bisa manipulasi kecemasan dengan duduk lebih tegak, mengangkat dada dan bahu ke atas serta mengangkat kepala sejajar dagu. Jangan lupa tersenyum. Dengan mengatur tubuh duduk tegak, mengirim sinyal pada pikiran bahwa Anda siap.

Jika posisi Anda berdiri, buka kaki lebih lebar. Tegakkan punggung. Jaga pundak sejajar bahu. Angkat kepala. Senyum. Saat Anda cemas pada posisi berdiri, tanpa sadar kaki anda merapat atau menyilang. Maka Anda harus membuka kaki tetap lebar dan bahu tegak untuk mengirim pesan pada pikiran bahwa Anda bisa mengendalikan ketegangan. Dengan posisi ini, Anda juga mengirim pesan pada orang-orang yang Anda hadapi bahwa Anda bisa diandalkan.

Cara Menyiasati Kecemasan

Apakah cara tersebut dirasa masih belum cukup dan Anda masih merasa cemas? Jika ya, berarti Anda membutuhkan kerja sama pikiran. Saat cemas, pikiran seseorang cenderung terfokus pada hal negatif. Maka, penuhi pikiran Anda dengan mengingat pengalaman yang menyenangkan yang pernah Anda alami. Atau, mengingat cerita lucu yang pernah diceritakan teman Anda. Ingat, saat cemas tak ada gunanya membebani pikiran dengan hal yang membuat Anda makin cemas dan tubuh mengkerut, pikirkan saja hal-hal yang bisa membuat Anda santai dan senang.

Tapi, bagaimana jika cara tersebut masih belum cukup manjur untuk menghilangkan rasa cemas? Hal yang perlu dilakukan adalah dengan menyiasati kecemasan. Bagaimana caranya? Lakukan langkah untuk menutupi kecemasan. Anda bisa tetap mengirim sinyal percaya diri jika itu bisa Anda biasakan. Caranya, pahami kerja bahasa tubuh bahwa bagian atas lebih mudah dikendalikan daripada tubuh bagian bawah. Maka, berdiri di balik meja atau podium, duduk di meja dengan taplak menjuntai atau menutupi bagian bawah dengan kain atau tas adalah ide baik untuk menutupi kecemasan yang muncul. Anda juga bisa menyembunyikan tangan yang berkeringat di balik buku atau tas.

Anda juga bisa melakukan dengan mencondongkan bahu ke depan, menaruh tangan di meja dan dorong bagian bawah tubuh merapat ke belakang. Jika mungkin, mundurkan sedikit kursi ke belakang. Dengan hanya menunjukkan separuh tubuh ke depan sementara bagian bawah ke belakang, secara bawah sadar Anda mengirim pesan tak perlu ‘bertarung’ dengan seluruh tubuh dan ini dapat mengurangi kecemasan.

Jika Anda perempuan, gunakan sepatu hak tinggi. Hak tinggi akan memperbaiki punggung lebih tegak, pinggul terlihat kokoh dan tubuh menjulang. Ini dapat mengirim pesan pada lawan bahwa Anda kokoh dan percaya diri.

Nah, bagaimana, apakah sudah merasa lebih percaya diri dengan langkah-langkah tersebut? Nah, agar makin maksimal, latihan rutin akan membuat semuanya lebih baik. Maka, tetaplah berlatih agar menjadi baik dan sempurna.

Nunki Suwardi
Konsultan Psikologi & Pendiri Studi Komunikasi Bawah Sadar
Studi komunikasi integratif bahasa tubuh, tulisan tangan, intuisi, dan fisiognomi

Comment

Rekomendasi Berita