Mencari Solusi Terhadap Persoalan Sampah

Opini126 Views

 

 

Penulis: Khairani Siagian | Mahasiswi

_________

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa melihat tumpukan  sampah berserakan di mana-mana. Melihat sampah yang kini terus bertambah, Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra memberikan solusi dengan mengajak seluruh konstituennya agar membiasakan diri terhadap kebersihan, khususnya pada lingkungan rumah sendiri.

Menurutnya sudah seharusnya masyarakat terbiasa mengolah sampah sendiri sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan.

Upaya yang dilakukan oleh Anggota DPRD merupakan ide yang patut diapresiasi meskipun belum menyentuh akar permasalahan. Jika dilihat dari dulu hingga kini permasalahan sampah sudah lama terjadi padahal ini masalah serius bagi kehidupan.

Jika problem sampah ini tidak mendapat solusi maka lingkungan alam semakin rusak bahkan kita pun akan tertimbun dengan sampah-sampah yang ada.

Sampah yang semakin meningkat saat ini adalah bukti bahwa pemerintah kurang maksimal dalam upaya menanganinya. Selain itu, kurang tegas pula dalam penegakkan aturan ditambah minimnya fasilitas sehingga menyebabkan pemasalahan sampah terus terjadi tanpa penyelesaian tuntas.

Bila pemerintah baik daerah atau pusat menetapkan sebuah aturan yang jelas dan menyediakan fasilitas yang diperlukan akan meminimalisir persoalan ini. Perlu keseriusan untuk menyelesaikan masalah sampah sehingga tidak terjadi penumpukkan sampah.

Solusi yang ditawarkan oleh DPRD kepada masyarakat agar mengolah sampah secara mandiri tidaklah efektif dan sangat kecil dampaknya untuk kebersihan seluruh kota. Melihat dari berbagai jenis sampah yang ada,  bukan hanya dari sampah rumah tangga akan tetapi banyak sampah limbah pabrik, rumah sakit dan perusahaan besar.

Kota Medan perlu menyiapkan anggaran untuk membangun sistem pengelolaan sampah terpadu mulai dari pengangkutan, pemilihan, sampai daur ulang.

Menyarankan masyarakat agar mengelola sampah sendiri tentu baik namun perlu disadari bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab individu.

Sejatinya, manusia senang dan nyaman ketika melihat lingkungan sekitarnya bersih. Lingkungan bersih merupakan dambaan bagi semua orang.

Bila kita tinggal di lingkungan yang bersih, rapi dan asri, pastilah hidup terasa nyaman dan indah. Namun saat ini untuk menciptakan lingkungan asri dan bersih itu tidaklah mudah.

Sekularisme tampaknya menjadi bagian penyebab terkait persoalan sampah ini karena melahirkan sikap apatis dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar dengan gaya hidup individualis.

Masih banyak orang yang tidak peduli dengan hal ini. Karena kapitalisme dengan asasnya yang memisah agama dari kehidupan (sekuler) mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Mereka akan melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan materi atau manfaat, dan akan meninggalkan sesuatu apabila tidak bisa mendatangkan materi atau manfaat. Sehingga menjadikan masyarakat memiliki sifat individualis, yakni hanya mementingkan kepentingannya sendiri maupun kelompok.

Maka itulah masyarakat kehilangan kesadaran dan empati untuk saling menolong, salah satunya dalam mengelola sampah sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Penumpukan sampah ini tidak lahir dari aktivitas manusia saja, namun muncul terutama dari pola hidup atau budaya konsumtif masyarakat yang lahir dari sistem kapitalisme. Standar kebahagiaan dalam sistem kapitalisme sekuler hanya berdasarkan banyaknya materi dan barang-barang yang digunakan.

Keyakinan ini telah berdampak pada gaya hidup masyarakat yang hedonis. Kapitalisme menjadikan masyarakat seolah tidak merasa puas dan selalu terdorong untuk membeli barang-barang baru.

Berbeda dengan Islam yang memiliki cara tersendiri dalam mengatasi permasalahan sampah. Begitu juga dalam menjalani hidup, Islam mengajarkan agar sesuai kebutuhan bukan keinginan dengan mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab atas setiap produk yang diproduksi maupun yang dikonsumsi.

Dalam islam semua pihak baik individu, masyarakat, maupun negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kedisiplinan akan terbentuk dengan sendirinya jika masyarakat dibina dengan Islam. Mereka akan selalu merasa diawasi oleh Allah Swt. atas setiap perbuatannya.

Sedangkan kapitalisme sekuler menciptakan individu-individu yang kurang bertanggung jawab. Penyelesaian ala kapitalis dan Islam jauh berbeda. Islam sangat mendorong individu untuk peduli terhadap kebersihan dengan menganggapnya sebagai nilai ivadah yang diatur dalam syariat Islam.

Oleh karena itu dalam sistem pemerintahan Islam, pemerintah dan pengusaha wajib mengelola sampah guna menghindari kemudharatan terhadap makhluk hidup dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Beberapa hal yang akan dilakukan oleh negara dalam konsep Islam antara lain:

Pertama, meningkatkan peran pelayanan dan perlindungan masyarakat dalam pengelolaan sampah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Kedua, mengedukasi masyarakat tentang tanggung jawab pengelolaan sampah, menyediakan fasilitas daur ulang sampah bagi masyarakat untuk mencegah terjadinya dampak buruk dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketiga, negara juga menyediakan tempat pembuangan sampah yang mudah dan gratis.

Keempat, diperlukan juga kesadaran terhadap individu, karena Islam mendorong setiap muslim memiliki kesadaran terhadap kebersihan dan melestarikan lingkungan. Sehingga dengan kesadaran ini, akan menumbuhkan tindakan setiap individu untuk melakukan pemilahan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, dan mengurangi konsumsinya.

Kelima, meningkatkan penegakan hukum terhadap setiap pelaku pencemaran lingkungan.

Keenam, meningkatkan pengawasan terhadap fungsi dan tugas pemerintah dalam pengelolaan sampah untuk melindungi masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari sejarah bagaimana kota-kota yang berada dalam negara Islam yang terkenal indah, bersih dan rapi seperti kota Cordoba, Granada, Bagdad dan masih banyak kota yang lain.

Islam mempunyai solusi terhadap setiap permasalahan. Tak ada solusi yang dapat menyelesaikan hingga ke akar selain solusi Islam. Sebab Islam tidak hanya fokus pada akibat yang nampak dari problematika sampah tetapi juga penyebab yang melatar belakangi sampah bisa membludak yaitu karena diterapkannya sistem kapitalisme sekuler.

Permasalahan sampah tidak akan pernah habis jika kita masih terus menerapkan sistem selain Islam sebab hanya islam yang benar-benar mampu mengatasi setiap problematika manusia.
Wallahu a’lam bishshawab.[]

Comment