Misionaris Dr. Gary Miller Mencari Kesalahan Quran Berakhir Menjadi Seorang Muslim

Berita957 Views
RADARINDONESIANEWS.CO, JAKARTA – DR. Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada. Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yg sangat meminati bidang logika dan hal² logis.
Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yg lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.
Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah² kesalahan–nya, sekaligus membuktikan ketidak otentikan kitab suci umat Muslim itu.
Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”
Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yg lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yg membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yg sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.
Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca surat An-Nisa’ ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yg banyak di dalamnya.”
Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. 
Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan² Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yg berbunyi:
أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا‌ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ
“Dan apakah orang² yg kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yg padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yg hidup…”
Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yg penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”
Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yg baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yg menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yg lalu, tiba² dapat berbicara soal materi dan gas yg membentuk dunia ?”
Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yg benar.
Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:
“WAHAI UMMAT ISLAM, KALIAN TAK MENGETAHUI BETAPA ALLAH SWT TELAH MELIMPAHKAN KEMULIAAN KEPADA KALIAN YG TAK DIMILIKI OLEH AGAMA² LAIN. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim.Berpikirlah mendalam untuk mengungkap kebenaran² yg indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yg menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”

Comment

Rekomendasi Berita