by

Mr Kan: Ahok Tak Patut Jadi Menteri Dalam Negri

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 57 persen warga DKI Jakarta tidak pernah menginginkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI. Hal itu dibuktikan dengan penghitungan cepat (quick count) Pilkada DKI yang memenangkan pasangan Anies-Sandi.

Ini dikatakan Mr. Kan, pengamat sosial dan hukum kepada radarindonesianews.com, Kamis (20/4/2017).

Mr. Kan menegskan bahwa Ahok tidak pernah terpilih sebagai gubernur DKI. Jabatan sebagai gubernur yang diemban Ahok lanjunya, hanyalah estafet kepemimpinan yang ditinggalkan Jokowi yang kini menjadi Presiden Indonesia.

Ditambahkan Kan, segunung kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ahok masih menjadi pertanyaan besar. Ini sangat serius bagi masyarakat. Hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) baru membacakan tuntutan terhadap terdakwa Ahok atas sidang kasus tindak pidana penodaan agama.

“Kasus ini dapat berpotensi terjadi perpecahan, belum lagi menurut pengamatan saya, Ahok itu mengalami kegagalan besar selama mejadi gubernur memimpin DKI Jakarta dan Ahok itu pembohong,” Ujar Kan.


Perihal Jokowi yang menginginkan Ahok sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kan menilai hal itu sangatlah tidak etis. Ada beberapa faktor, pertama kata Kan, Ahok menyandang status terdakwa.

“Ahok juga tidak berintegritas. Nantinya hal itu akan menimbulkan pro dan kontra. Dan saat ini suhu politik di Jakarta masih cukup panas,” beber Kan.

Kan mengatakan, jika sampai Jokowi menjadikan Ahok sebagai Mendagri, secara politik akan merugikan Jokowi untuk kesekian kalinya.

“Saya sarankan Jokowi mempertimbangkannya secara lebih baik,” ujarnya.

Terkait dengan nazar yang diucapkan beberapa orang jika Ahok menang, Kan mengatakan hal itu merupakan kesombongan. Ruhut Sitompul yang ingin potong kuping, seorang perempuan yang ingin memotong payudaranya serta beberapa orang yang ingin melompat dari Monas jika Anies terpilih sebagai Gubenur DKI.

“Kapan mereka mau melakukan hal itu? Uda banyak yang menagih janji itu,” pungkas Kan.

Comment