by

Mr. Kan Hiung: Politik Rasis Ibarat Tak Ada Ilmu Kedokteran Tapi Buat Resep Obat

Mr. Kan Hiung, Pengamat Sosial Politik Dan Hukum.[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Politik yang mengandal isu rasis yang belakangan ramai di tanah air, kembali mendapat sorotan seorang pengamat sosial, politik dan hukum, Mr. Kan Hiung. Tulisan ini dikirim ke redaksi, Senin (15/5). Selamat membaca.
Saya baru dapat satu bukti lagi bahwa contoh salah seorang pendukung BTP/Ahok ditanya apa saja tidak tahu, khususnya tentang politik dan hukum yang berhubungan dengan Ahok, pengakuannya tidak suka membaca berita, dia juga tidak suka politik,  tapi sangat aneh dalam komentarnya tentang Ahok serba bagus dan tampak dia seorang politikus yang pintar, kalimat serta isinya memutarbalikan fakta.

Lalu saya bertanya kepada kawan saya ini, jadi anda bisa komentar Ahok tentang politik dan hukum sekian banyak berdasarkan apa? Beliau menjawab dengan perasaan dan ditambah lagi oleh dia, “kita juga gak bodoh lah..hehehheehe.”

Saya langsung memberikan komentar singkat dan tegas kepada kawan saya itu, Anda berarti salah seorang yang RASIS atau mungkin maaf gara – gara Ahok mungkin kewarasan kamu perlu dicek kembali, serta anda sangat bodoh dalam hal ini, mengapa? 

Karena sesungguhnya anda ini tidak paham apa pun tentang hukum dan politik yang terkait dengan Ahok ini dan juga sesungguhnya ilmu pengetahuan sosial politik dan hukum tidak semudah yang anda bayangkan, hanya dengan menggunakan perasaan anda sudah bisa serba tahu, itu artinya anda ikut berkomentar politik berdasarkan halusinasi atau khayalan.Kalau semua orang kayak kamu maka negara pasti makin hancur.

“Rasis berarti lebih mengutamakan membela sesama suku, ras dan agama
dibandingkan kebenaran dan keadilan. Cinta Bhinneka dan tidak rasis itu lebih
mengutamakan membela kebenaran dan keadilan dibandingkan sesama suku,
ras dan agama. Kalaulah demikian, pertanyaan besarnya adalah pantaskah
seorang rasis mengaku cinta NKRI?”

Siapa lagi yang seperti kawan saya itu? Jika merasa seperti itu, mari segera sadar. Jika tidak paham lebih baik jangan ikutan berkomentar. Lakukan netral paling bijaksana (silent is golden). Apalagi memberi komentar yang panjang kali lebar seperti orang bodoh tapi sok pintar. Tidak mengerti ilmu kedokteran tapi membuat resep obat. Ini kan sangat tidak waras. Saya sangat prihatin dan sedih sekali atas tindakan kawan saya itu, mudah – mudahan dia segera sadar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =

Rekomendasi Berita