by

Mr.Kan Hiung: Pelaku Persekusi Dapat Dijerat Pasal Berlapis

Mr.Kan Pengamat Hukum Dan Politik

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Seperti di dalam rekaman video yang beredar di whatsapp, adanya sekelompok orang yang tanpa hak dan tanggung jawab tiba-tiba dijalan raya dan melakukan tindakan memberhentikan orang yang memakai kaos bertulisan # 2019 GANTI PRESIDEN.

Kemudian sekelompok orang itu dengan cara memaksa orang yang dihentikan untuk membuka baju kaos yang dipakai, merobek kaos orang lain, hal ini jelas suatu unsur tindakkan kekerasan dan atau prilaku premanisme yang tidak beradab.
Menurut pengamatan saya secara hukum, para pelaku tindakkan kekerasan tersebut semuanya dapat dijerat pasal berlapis, karena sesuai penyampaian Kapolri Bapak Tito Karnavian yang terhormat, bawa pelaku persekusi dapat dijerat pasal berlapis.
Nah saya melihat perbuatan tindakkan kekerasan tersebut semuanya sudah memenuhi unsur persekusi dan perampasan hak seseorang. dan saya lihat bukan hanya persekusi lagi, namun pelaku juga dapat dijerat pasal pengrusakan, UU HAM, perbuatan tidak menyenangkan, undang-Undang No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Saya kira pihak korban yang memakai kaos # 2019 GANTI PRESIDEN akan merasa diancam dan diteror, sehingga saya kira korban pasti merasa ketakutan dan merasa trauma.
Perlu kita ketahui pihak MABES POLRI sudah pernah menyampaikan, bawa POLRI tidak melarang dengan adanya atribut 2019 Ganti Presiden. Kalaupun sekaligus jika dilarang, yang tertibkan bukan preman atau pihak-pihak yang tidak punya hak dan tanggug jawab.
Di sini saya melihat pihak POLRI sebagai pihak aparatur penegak hukum di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saya sangat berharap POLRI dapat bertindak tegas, cepat dan adil.
Jika pihak POLRI terlambat menangani dan atau menertibkan kasus tindakkan kekerasan seperti yang ada didalam rekaman video dibawah ini dan yang sudah viral, saya sangat khawatir hal ini akan menjadi liar dan berpotensi terjadinya perpecahan sesama saudara-saudari yang se-bangsa dan se-tanah air.
Saya kira pihak POLRI tidak bisa diam atau membiarkan segala bentuk tindakkan kekerasan yang terjadi di dalam wilayah Negara Republik Indonesia, sepatutnya pihak POLRI harus segera menertibkan agar ada efek jera bagi semua pihak pelaku tindakkan kekerasan.[]

Comment

Rekomendasi Berita