by

MUI Pusat Dukung Langkah Bupati Karanganyar Jawa Tengah

Anton Tabah Digdoyo
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Viral di medsos, Bupati Karanganyar Julyatmono akan basmi penjualan kuliner daging anjing. sengsu (tongseng asu) rica-rica gukguk yang kini makin marak. 
Terkait hal tersebut, redaksi telah minta tanggapan via telpon pada Pengurus MUI pusat AntonTabah mantan jendral polri yang dahulu berkali kali menjadi komandan di Jateng.
Anton mengatakan, langkah Bupati Karanganyar tepat semoga segera diikuti daerah-daerah lain se Indonesia. 
“Kemarin saya baru ceramah didepan ribuan guru di dua kecamatan Tulung dan Jatinom Klaten menjelaskan hal itu. Guruguru mesti ikut basmi maraknya penjualan aneka masakan daging anjing yang marak di Klaten. Alhmdu lillah Bupati Karanganyar tetangga Klaten yang tanggap segera basmi penjualan kuliner anjing,” Ujarnya, Sabtu (22/6/2019).
Sesuai UU lanjut Anton, sejak dulu penjualan daging anjing dilarang karena anjing bukan ternak dan dilarang dikonsumsi Beda dengan daging babi, hewan ternak boleh dikonsumsi namun harus jelas ditulisi daging babi agar WNI yang mayoritas Muslim tidak menkonsumsi. 
“Larangan daging anjing kini telah diperbarui dengan surat edaran (SE) Dirjen peternakan kesehatan hewan (PKH) Kementan nomor 9874/SE/PK 420/F/09/2018 tanggal 25-9-2018. Karena itu pemda dan Polri jangan ragu menindak jika ada yang melanggar aturan,” Tegas mantan jendral polisi ini melalui whatsaap.
Mantan petinggi Polri tersebut menghimbau masyarakat ikut aktif mencegah penjualan kuliner daging anjing yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Di solo saja data terakhir 14.000 anjing dibantai perhari untuk kuliner, tentu ini sangat bahaya bagi kesehatan. 
“Dan ini hal yang mudah untuk dibasmi jika aparat mau tegas tegakkan hukum dan aturan,”.Tandasnya (R)

Comment

Rekomendasi Berita