by

Mulyaningsih, S. Pt: Islam Ada, Perlindungan Nyata

Mulyaningsih, S. Pt, Penulis

RADARINDONESIAEWS.COM, JAKARTA – Kembali lagi terulang, mungkin itu kta-kata yang pas ketika kita berbicara terkait kaum muslim Rohingya. Mereka masih saja mengalami diskriminasi yang dilakukan oleh pemimpin mereka. Para tentara Myanmar tanpa adanya rasa kemanusiaan membabat habis mereka. Entah apa sebenarnya yang ada di pikiran mereka, mengapa sampai hati membunuh puluhan bahkan ratusan manusia tak berdosa.

Berdasarkan data yang diperoleh, ternyata pembunuhan etnis Rohingya itu dilakukan oleh para jenderal militer Myanmar. “Fakta-fakta mengenai pembersihan etnis Rohingya harus diungkap dan didengar,” kata Nikki Haley (Duta Besar AS untuk PBB). Di dewan keamanan ini kita harus meminta pertanggung-jawaban atas kekerasan itu, tambah Haley. Laporan Tim Independen Pencari Fakta PBB merekomendasikan kepada Dewan Keamanan untuk memproses secara hukum tindakan yang dinilai genosida tersebut. Kemudian membawanya pada ranah Pengadilan Kriminanl Iternasional (dunia.tempo.co, 29/8).
Sedih bercampur iba jika kita melihat penderitaan yang di alami oleh saudara-saudara kita di Rohingya. Betapa tidak, nyawa manusia dengan mudahnya mereka hilangkan. Rasa iba serta belas kasih sudah tidak ada lagi dalam benak mereka. Lantas bagaimana seharusnya? Kemana orang-orang penggiat HAM? Mungkin pertanyaan tersebut yang akhirnya muncul dalam pikiran kita. Lalu, bagaimana dalam Islam? Apa pandangan terkait dengan kasus di atas?
Pandangan Islam
Islam adalah agamanya yang sempurna dan paripurna. Tak hanya mengatur masalah hubungan manusia dengan Rabb-nya saja yang terlihat dari aktivitas ibadah. Namun lebih lengkap dari itu, Islam-pun mengatur hubungan yang lainnya. Hubungan manusia dengan sesamanya dan dengan dirinya sendiri. Semua itu ada rambu-rambunya secara jelas terpampang dalam Al Qur’an dan Hadist Nabi SAW. Begitu pula dengan lini kehidupan manusia, semua ada aturannya baik dalam hal pendidikan, sosial, ekonomi dan yang lainnya.
Terkait dengan kasus di atas maka Al Qur’an dan Hadist telah jelas menerangkan. Hal tersebut tercantum dalam beberapa surat.
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (TQS. An-Nisa: 93)
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (TQS. Al-Maidah: 32).
Kemudian Sabda Rasulullah SAW, “Bagi Allah, Hancurnya bumi beserta isinya adalah lebih ringan dibanding terbunuhnya seorang muslim.”
Begitu amat mulia serta berharganya nyawa seorang muslim, sampai-sampai Allah sendiri memberikan azab yang sangat pedih ketika ada orang yang dengan sengaja membunuh seorang muslim. Bahkan dalam hadist dikatakan hancurnya dunia ini lebih ringan ketimbang terbunuhnya seorang muslim. Subhanallah, begitu luar biasanya penjagaan Islam terhadap nyawa seorang muslim.
Ada fakta yang memang terjadi ketika Rasulullah ada. Kejadian tersebut adalah terbunuhnya seorang muslim di pasar Bani Qainuqa. Pelaku pembunuhan tersebut adalah Yahudi dari Bani Qainuqa. Lelaki muslim tersebut dibunuh karena membela seorang muslimah yang dilecehkan kehormatannya. Saat itu, Rasulullah bersikap tegas. Ketegasan beliau tampak dari pemberian hukuman terhadap pelaku dan pada kelompoknya. Pelaku pembunuhan diberikan sangsi hukuman mati dan bagi kelompoknya diusir dari kota Madinah. Rasulullah melakukannya sebagai bentuk penghargaan Islam terhadap nyawa manusia serta perlindungan kepala negara terhadap rakyatnya. 
Sungguh fakta sejarah yang semestinya diteladani dan dilakukan. Karena selama ini kaum muslim selalu saja ditekan dan diberikan perlakuan yang tida manusiawi. Kejadian di atas akan terus berulang manakala sistem yang diterapkan bukan berasal dari Islam. Ditambah tidak adanya institusi yang berdiri untuk melindungi kaum muslim. Karena sejatinya dalam Islam nyawa dan harta akan dijaga dengan sebaik-baiknya. Orang tidak boleh sembarangan dalam hal mengambil barang orang lain tanpa seizing pemiliknya. Begitu pula dengan membunuh, tidak boleh sembarangan dalam melakukannya jika tidak ada alasan yang benar.
Adapun dengan pemimpin, dalam Islam dia sebagai perisai (junnah), umat berperang di belakang serta berlindung dengannya. Pemimpin adalah pelindung umat dari segala bahaya yang akan menimpa pada harta, jiwa, akal, kehormatan serta agamanya. Sehingga tidak akan mungkin pembunuhan merajalela dan dibiarkan begitu saja. 
Sosok pemimpin seperti itu akan ada jika diterapkan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh). Tentu dengan adanya bingkai negara atau institusi yang mau menerapkan syariah secara sempurna. Mari melangkah bersama, satukan tujuan serta berjuang bersama untuk dapat mewujudkannya agar kehormatan dan nyawa kaum muslim dapat terjaga. Agar kejadian genosida tidak akan pernah terulang kembali. Wallahu A’lam. []


Penulis adalah pemerhati
masalah anak, remaja dan keluarga
Anggota Akademi Menulis Kreatif (AMK) Kalsel

Comment

Rekomendasi Berita