by

Nurdalena,S.Pd: Darurat Kejahatan Seksual, Salah Siapa?

Nurdalena,S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kejahatan seksual terus berulang. Ibarat nyanyian dari kaset yang terus diputar. Kejahatan seksual pun dilakukan dengan berbagai motif dan genre. Misalnya Kota kendari baru- baru ini, tiba- tiba dihebohkan dengan isu penculikan anak. Ironisnya, anak-anak ini tak hanya diculik tapi juga dilecehkan secara seksual. Pelakunya diduga oknum anggota TNI yang sudah tidak aktif (Kumparan, 29/04/2019). Menyakitkan, saat aparat yang harusnyamenjadi penjaga, malah menjelma menjadi pelaku kejahatan.
Salah Siapa ?
Dulu, bila kita mendengar penculikan anak hanya demi tebusan uang, kini penculikan anak dilakukan hanya demi pemuas nafsu bejat. Menyisakan trauma mendalam bagi anak- anak. Masa depan mereka dirusak bahkan sebelum mereka bisa memahami apa itu masa depan. Jika ada dulu ada istilah ” Layu Sebelum Berkembang”, namun kini pribahasa itu telah berubah menjadi ” tunas patah sebelum tumbuh”. Menyakitkan, bagi siapa saja yang menyaksikan. Bagaimana tunas- tunas bangsa hancur oleh predator- predator bejat yang haus pemuas birahi.
Lalu mengapa kejahatan seksual makin marak ?. Sebuah penomena gunung es. Pelaku tak hanya orang yang tak dikenal, bahkan seorang Ayah yang mengalir peluh keringat dalam tubuh- tubuh anak mereka, kini pun ada yang tega memangsa belahan hati mereka sendiri. Sungguh sebuah pemandangan yang ironis.
Penerapan sistem sekuler demokrasi, yang memisahkan agama dari kehidupan, menjauhkan akal dari ketundukan kepada aturan Allah. 
Kebebasan yang diagung- agungkan dalam sistem demokrasi membuka jalan bagi kejahatan apapun. Muncul para psycopat yang berdalih kebebasan berekpresi dan seni, menyuguhkan tayang-tayangan dan bacaan  berbau pornografi yang begitu mudah akses diera digital ini.
 Legalnya miras dan narkoba juga menyumbang hadirnya tragedi kejahatan seksual. Tak sedikit kita mendengar bagaimana para pelaku kehilangan kewarasan setelah menenggak alkohol dan mrnghisap narkoba. Masih terekam diingatan apa yg menimpa Yuyun Siswi SMP di Rejang Lebong, Jambi, diperkosa beramai- ramai dan dibunuh lalu mayatnya dibuang ke jurang. Para pelaku tega melakukan hal semengerikan itu setelah meminum minuman keras dan menonton video porno, Kompasiana, 25/05/2016).
Ditambah lagi dengan dalil kebebasan dan hak asasi dibiarkannya tumbuh berkembang kaum kelainan seksual LGBT, makin  menambah panjang deretan kejahatan seksual. kasus sodomi misalnya, yang menimpa anak- anak dibawah umur bagai jamur dimusim semi. Sebut saja kasus Babe yang mensodomi korbannya lalu memutilasi mereka tanpa hati nurani, sempat dikatakan sebagai kasus paling mengerikan di Indonesia. Dan pelakunya Babe adalah seorang Homoseks, yang awalnya menjadi korban sodomi oleh pelaku homo lainnya. Mengerikannya jika LGBT dibiarkan mereka.akan terus.mencari mangsa- mangsa baru. Dan mengerikannya saat para korban bisa berubah pelaku. Demokrasi adalah biang kerok berbagai kerusakan di Negeri ini.
Islam Menjaga Umat Dari  Kejahatan Seksual
Lain lubuk lain ikannya. Begitulah perbedaan Islam dan demokrasi. Sistem Islam berasal dari yg pemilik kehidupan,maha pengatur dan maha pemelihara.  Islam mampu melindungi manusia dari berbagai bentuk kriminalitas termasuk kejahatan seksual. Kejahatan adalah sesuatu yang alami yang bisa saja terjadi selama masih ada kehidupan. Itulah makanya manusia butuh aturan dari yang menciptakan manusia itu sendiri. Manusia tidak.akan mampu membuat aturan sendiri. Aturan buatan manusia syarat dengan kepentingan sipembuat peraturan.
Islam memandang bahwa kejahatan seksual adalah kemaksiatan besar, dan pelakunya harus dihukum seberat-  beratnya. Sejarah mencatat bagaimana perlakuan Islam terhadap sesorang muslimah dilecehkan disebuah pasar bani qoinuqo. Bani yahudi dan hidup di madinah kala itu. Rasulullah SAW sebagai.kepala Negara, mengerahkan pasukan mengepung Bani Qainuqo selama 25 hari dan mengusir mereka,   hanya demi satu kehormatan wanita. 
Hal serupa juga diikuti oleh khalifah- khalifah seterusnya. Sebagaimana Muktasim Billah masih dirindukan hingga ini.  Saat itu terjadi pelecehan oleh tentara romawi teehadap seorang budak wanita di Amuria, Palestina. Maka wanita itu berteriak meminta tolong, memanggil nama sang khalifah. Sang Khalifah yang saat itu sedang dinm Baghdad, Irak, mendengar teriakan budak wanita  itu. Beliau pun megerahkan ribuan pasukannya, berangkat dari baghdad menuju.amuria hanya demi satu kehormatan wanita. 
Islam juga akan menutup semua akses terjadinya kejahtan seksual, islam akan melarang apapun bentuk pornografi. Baik verbal maupun tulisan. Islam juga akan melarang ada khamar dan narkoba. Islam juga akan melarang tumbuhnya penyimpangan seksual lGBT. Islam akan menerapka Islam sebagai aturan kehidupan, membangun ketaqwaan  individu dan kepedulian jamaah, serta menerapkan sanki ya g keras terhadap pelaku kejahatan. Para pelaku kejahatan bisa mendapatkan hukuman.mati. Khalifah akan berusaha menutup semua akses kejahatan itu, termasuk kejahatan seksual.
Namun semua tidak akan terwujud jika demokrasi masih diterapakn di Negeri ini. kejahata seksual akan terus menyisakan luka trauma mendalam bagi para korban, mereka akan timbuh dg setengah jiwa yg hilang. maka satu- satunya solusi adalah dengan mencampakkan demokrasi dari kehidupan. Karena sejatinya demokrasi itulah biang kerusakan dan  pembuka keran-keran kejahatan. Wallahu alam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita