by

Nursalmi,S.Ag: Islamophobia Sumber Kehancuran Islam

Nursalmi,S.Ag
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ustadz Adnin Armas menyebutkan, Islamophobia bisa jadi tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika, tetapi juga di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam tabligh akbar bertema “Untuk Indonesia yang Lebih Beradab” di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.
”Indikasinya sudah muncul. Orang-orang yang ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa,” ucapnya, Kamis (30/4) malam 2015. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 
Masyarakat Muslim di Selandia Baru telah lama mengalami Islamofobia, jauh sebelum tragedi Christchurch pekan lalu yang merenggut 50 nyawa. Masyarakat Muslim telah menghadapi banyak perkataan dan komentar rasis yang telah ditujukan kepada mereka. Pada tahun 2016, seorang penganut supremasi kulit putih lokal bahkan mengirim kepala babi ke Masjid Al Noor, dan mengatakan, “Lakukan pembantaian.”
Seorang pria bersenjatakan palu godam diperkirakan merusak empat masjid di kota Birmingham, Inggris, dalam aksi beruntun pada Kamis dini hari (21/03). Pengrusakan empat masjid di Birmingham tersebut terjadi seminggu setelah penembakan dia dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia, termasuk orang Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-47642338
Semua peristiwa yang menimpa umat Islam tersebut akibat virus Islamophobia yang sengaja diciptakan untuk menebar ketakutan terhadap simbol simbol Islam dan ajaran Islam. Segala upaya dilakukan kafir untuk mengembalikan umat Islam ke agama nenek moyang mereka hanya karena rasa dengki terhadap umat Islam. Sebagaimana firman Allah: 
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ
“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka” (QS. Al-Baqarah : 109) 
Tuduhan tuduhan yang lontarkan kepada umat Islam sebagai bentuk penyiksaan mental, yang membuat orang lain ketakutan dan membenci Islam dan kaum muslimin. Orang yang taat menjalankan syariat Islam dianggap rafikal. Orang menyampaikan dakwah idiologis dianggap kelompok oposisi. Orang yang mengoreksi pelaku kriminal dianggap menyampaikan ujaran kebencian. Para ulama yang hanif dipersekusi. Pengajian pengajian dibubarkan karena dikhawatirkan dari sana akan lahir kelompok kelompok radikal. 
Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk memfitnah Islam dan kaum muslimin agar orang merasa takut dengan Islam. Hukum Islam dianggap keras dan melanggar hak azasi manusia. Sehingga orang takut dekat dengan orang Islam apalagi memeluk agama Islam. 
Islamophobia tidak akan bisa dihentikan kecuali bila Islam diterapkan secara kaafah, karena Islam berasal dari wahyu Allah yg membawa rahmat atas sekalian alam dan hukum yang fitrah, menentramkan dan membawa kedamaian. 
Islam secara kaffah hanya bisa diterapkan oleh sebuah negara yang menganut Islam sebagai ideologi yaitu khilafah. Negara menerapkan syariat Islam bukan untuk menzalimi rakyatnya melainkan untuk melindungi dan menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi. Siapapun yang tinggal di negara yang menerapkan syariat Islam, pasti akan merasa aman, tentram dan damai, baik muslim maupun non muslim. 
Bukti sejarah penerapan Khilafah yang meniscayakan Khalifah mengayomi semua agama dan ras, hingga tak ada xenofobia (takut keberadaan orang asing)
Sudah saatnya umat Islam kembali ke Islam kaffah. Yang mengatur segala sesuatu sesuai dengan aturan dari sang Khaliq yang maha mengetahui tentang makhluknya. Untuk itu mari mengkaji Islam secara kaffah, untuk mengenal Islam lebih dekat dan mengetahui syariatnya lebih mendalam, hanya dengan khilafah  islamophobia bisa dicegah. Hanya Islam solusi segala masalah.
Penulis adalah : Da’iyah Kota Banda Aceh

Comment

Rekomendasi Berita