by

OJK Gelar Ekonomi Digital Bersama UIN Syarif Hidayatullah

OJK saat gelar ekonomi digital di UIN Syarif  Hidayatullah.[Arsyad/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, TANGSEL – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekonomi Digital dalam rangka menjawab peluang dan tantangan perkembangan Finansial Teknologi di Indonesia untuk mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah di Ruang Teater 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Selasa (10/4/2018). 
Seminar nasional yang dilaksanakan dalam rangka memberi pembelajaran tentang perkembangan Finansial Teknologi (FINTECH) di era Ekonomi Digital ini dihadiri oleh 200 peserta mahasiswa dari berbagai jurusan di dalam maupun luar UIN Jakarta dan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Arief Mufroini, Lc,. M.Si. 
Dalam sambutannya, Arief menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pembicara yang telah hadir dan memberikan wawasannya untuk seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Arief menambahkan, sebagai mahasiswa harus selalu mengikuti perkembangan zaman terutama dalam perkembangan finansial teknology yang semakin pesat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diwakili Hendrikus Passagi, M.Sc CFTP sebagai pembicara melalui Seminar Nasional Edukasi yang diadakan oleh HMJ Ekonomi Pembangunan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan tentang Revolusi Industri 4.0 yang berisi tentang peran internet dalam Ekonomi Digital yang mulai merambah ke tengah masyarakat saat ini. Pemaparan oleh Hendrikus bertujuan meningkatkan pemahaman peserta seminar mengenai konsep Revolusi Industri 4.0. Beliau juga menyampaikan dalam rangka meningkatkan literasi teknologi finansial bagi mahasiswa/i.
Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya, menjelaskan konsep crowfunding yaitu dengan internet dapat digunakan untuk mengumpulkan sejumlah dana tanpa bertatap muka dan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Crowfunding memiliki beberapa jenis yaitu: (1) Donasi/Sedekah (Charity, Civic/Sosial), (2) Reward berupa gifts produk, (3) Pendanaan produktif, dan (4) Equality. Indonesia menjadi pilihan crowfunding karena inklusi keuangan di Indonesia masih rendah, emerging middle-class, populasi muslim terbesar, dan negara yang siap digitalisasi. AFSI sudah beroperasi di Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, Sydney, Dubai, Brunei, dan Norway. Kegiatan AFSI pada tahun 2018 adalah membuka cabang di South Africa, bekerjasama dengan Islamic World Bank dan bekerjasama dengan Bank Islam di Malaysia.
Dalam seminar ini hadir pengusaha muda yang berkecimpung dalam Oil dan Gas, yaitu H. Zainul Miftah, S.Sos.I. Beliau mengatakan, usaha yang kuat adalah kemenangan yang hakiki. Pemuda harus aktif dan tanggap dalam memahami ilmu dan teknologi. Teknologi yang dirasakan Indonesia sudah pesat sekali. Dalam memahami ilmu yang ada, harus tetap berada dalam hukum sebagai SOP. Uang itu akan berubah bukan lagi secara fisik tapi uang digital.
Kepala Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan, Asep Syarifudin. Asep mengatakan, Koperasi di Indonesia khusunya di Tangerang Selatan telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan, tidak hanya perubahan dibidang infrastruktur, dibidang lain pun seperti pendidikan, kesehatan ekonomi, dan bidang lainnya terus mengalami perubahan.
Pendekatan Utama Pembangunan UMKM: 
Strategi Pengembangan Lingkungan Usaha yang Kondusif. 
Strategi Peningkatan Akses KUMKM ke Sumber Daya Produktif. 
Strategi Pengembangan Kewirausahaan dan Daya Saing KUMKM. 
Strategi Pemantapan Kelembagaan Koperasi sesuai dengan Jatidiri Koperasi. 
Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro. 
Strategi Peningkatan Sinergi dna Partisipasi Masyarakat. 
Koperasi di Negara Maju:
– Koperasi buruh di Singapura mengendalikan sektor perdagangan ritel.
– Koperasi tani di Jepang mengendalikan sektor pertanian.
– Koperasi mengendalikan sektor industri di Spanyol.
– Koperasi mengendalikan sektor keuangan dan perbankan di Jerman.
– Koperasi mengendalikan sektor pertanian di Denmark, Swedia, Norwegia.
Koperasi dan buruh mengendalikan perusahaan di Amerika (ESOP).
Di akhir seminar, pembicara memberi beberapa patah kata untuk mahasiswa. Dimulai dari Ronald Yusuf Wijaya beliau berkata bahwa “AFSI masih berupa saham, kami masih berharap bantuan dari teman-teman mahasiswa berupa saham /donasi atau tidak dengan bentuk like akun facebook dari AFSI. 
Digital akan menjadi senjata umat islam untuk bangkit yaitu di revolusi 4.O”. Dr. Hendrikus Passagi, M.Sc, CFTP berpesan bahwa mahasiswa harus rajin membaca informasi perkembangan teknologi informasi, jangan cepat berpuas diri. Sedangkan dari Sekretaris Dinas Koperasi, beliau memberikan ucapan semangat kepada mahasiswa dan jangan berpikir bahwa akan sukses tanpa memulai dari nol.
Kepada para mahasiswa yang hadir, H. Zainul Miftah, S.SOS.I, sebagai pengusaha muda memberikan semangat “Jangan pernah takut, pantang mundur.”[Arsyad]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three − 1 =

Rekomendasi Berita