by

Mira Susanti: Euforia Viralisasi Jaman Now

Mira Susanti
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh kejutan dan sensasi politik. Semua syarat dengan kepentingan belaka, tanpa memperhatikan efek bagi yang lainnya hingga meramaikan pentas dunia Maya jaman now. ada ketakutan tersendiri bagi sejumlah elit politik dinegeri ini menghadapi pertarungan kekuatan pemikiran lawan politiknya.terutama bagi mereka yang benci terhadap ajaran Islam sehingga mereka mencari seribu cara untuk menghentikan laju gejolak kebangkitan umat Islam yang semakin gencar melawan kezhaliman para penguasa. Walaupun islam dianggap hanya sebatas agama yang tidak memiliki tempat dalam kehidupan. Namun arus serangan terhadap ajarannya tak pernah berhenti mengalir. 
Di jaman yang penuh kecanggihan teknologi,Islam tengah menjadi sorotan. Semua orang bebas berekspresi semaunya tanpa takut menuai kecaman bahkan kemarahan. Mereka yang phobia terhadap ajaran islam pun akhirnya berani berkoar-koar menghina simbol -simbol islam dengan penghinaan yang sangat menyakitkan hati umat islam. Banyak fakta dan kasus yang terjadi belakangan ini yang sengaja dibenturkan dengan Islam. Seperti pembubaran ormas islam yang “anti pancasila”, ulama yang dibunuh dan dianiaya oleh “orang gila”, kajian islam dibubarkan, kajian rohis dibilang radikal, Kubah masjid yang dipermasalahkan, isi ceramah atau kutbah di masjid yang distandarisasi-oleh seseorang yang belum berstandar-, cadar yang dilarang diberbagai kampus yang labelnya islam, ide khilafah yang dikatakan anti kebhinekaan. 
Ditambah lagi yang masih hangat-hangat disajikan yaitu viralnya video pembacaan puisi oleh seorang ibu berkonde bernama bu Sukmawati soekarno Putri yang juga melecehkan cadar dan suara azan dengan mengatakan konde dan suara kidung lebih cantik dan lebih merdu.sungguh penghinaan yang bertubi-tubi.pertanyaannya hati muslim manakah yang tidak marah melihat serta mendengarkan syari’at Islam yang suci dijadikankan sebagai bahan olok-olokkan mereka.??
Tapi giliran umat islam beraksi dengan semangat untuk berani bersuara lantang menentang segala kebijakan penguasa yang semakin serakah. Malah mereka ditangkap Karena telah menyinggung isu SARA yang bisa mengantarkan pelakunya kemeja hijau.sungguh aneh di Negara yang menganut paham kebebasan salah satunya berpendapat justru terhambat dan kaku untuk sekedar mengeluarkan pendapat. Sedikit -sedikit main tangkap begitulah kalau kekuasaannya mulai terusik. malah dituduh intoleran terhadap agama lain .maka wajar akhirnya bermunculan para penista agama islam, tak tahu siapakah yang berulah mengolah berbagai tayangan -tayangan yang menjadi ramai di perbincangkan hingga naik daun. Seperti video yang mengambarkan wanita berkerudung yang tengah asyik menikmati olahan daging Babi,disusul dengan wanita bercadar yang memelihara belasan ekor anjing dengan alasan karena Kasihan,padahal itu sudah jelas keharamannya dalam ajaran Islam. 
Semakin geram rasanya hati ini ,disaat rakyat dihadapi dengan kesulitan hidup serta kekhawatiran yang menimpa berbagai sisi kehidupan mereka, malah penguasa negeri ini menanggapinya dengan rasa penuh tanggungjawab. Ketika makanan impor mengandung cacing itu dianggap baik karena mengadung protein, ketika daging mahal solusinya masyarakat bisa makan keong sawah, terus giliran cabe naik suruh tanam sendiri, BBM naik secara diam-diam dibilang cuma 200 perak kok, dan ketika sebagian wilayah ditimpa musibah presidennya lagi asyik Nonton Dilan bersama keluarga. Eh tahu-tahu nya giliran mau pencitraan pada rakyat, ketangkap basah lagi sama kamera lagi lempar sekop. Gatotlah jadinya alias gagal total. 
Begitulah euforia Viral jaman now semua tersaji apik dalam memberitakan setiap kepalsuan dan keaslian dari suatu berita. Hanya orang-orang bodohlah yang tak mengerti permainan cantik demokrasi, semua dipoles dengan lipstik sekuleristik, kapitalistik yang nyentrik menarik simpatik materialistik. Pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah semua hal yang viral didunia ini apakah suatu hal yang disengaja? Sehingga rakyat hanya disibukkan dan berhasil dialihkan perhatiannya terhadap berbagai kasus korupsi, hutan yang habis digarap asing hingga lonjakkan jumlah hutang luar negeri yang melilit, yang banyak melibatkan para petinggi Negara . Seakan persoalannya tidak seviral cacing, wanita bercadar vs anjing, konde dan juga kidung ibu Indonesia. 
Kenapa ini semua bisa terjadi dan menimpa islam? Lantas Ada apa dengan ajaran islam? Ini semua terjadi, ternyata karena Islam adalah ‘Diin’. Yaitu agama spiritual yang mencakup aturan kehidupan (ideologi).Sadarlah, bahwa yang di takuti oleh musuh-musuh islam bukanlah pemimpin muslim. Melainkan sistem islam itu sendiri . Sudahlah akhiri saja semua sandiwara panggung politik pencitraan serta cercaan pada ajaran islam karena kebenaran itu tidak akan pernah mati, sekalipun berada dalam kubangan lumpur dan jauh dari kata Viral. Namun ketenaran dan kebenaran tetap bersinar terang, yang ada justru tinta hitam pekat menutupi kalbumu dengan kebencian yang menggebu-gebu hingga terbakar menjadi abu penyesalan di akhirat kelak.
Penulis adalah anggota Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =

Rekomendasi Berita