by

Orang Cerdas Sering Susah Merasa Bahagia. Alasannya….

Ilustrasi/Pramesti[radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Merasa bahagia atau perasaan bahagia itu memang hal yang bersifat pribadi atau personal. Ada yang kelihatannya hidupnya baik-baik saja tapi selalu saja merasa kurang. Ada yang terlihat sempurna tapi jauh di dalam hatinya ia merasa tak bahagia. Bahkan wanita cerdas atau yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi sering merasa nggak bahagia.

Memang untuk hal ini tak bisa disamaratakan. Ada juga wanita yang cerdas dan jenius tapi merasa bahagia. Bahkan hidupnya terasa sangat sempurna, tak kekurangan suatu apapun. Tapi kalau kamu termasuk wanita yang cerdas dan sering merasa nggak bahagia, mungkin inilah alasan di baliknya.

Memiliki Standar yang Terlalu Tinggi

Seperti yang dikutip oleh themindsjournal.com,orang-orang dengan IQ tinggi selalu tahu dengan pasti apa yang mereka mau. Mereka selalu menetapkan target dan standar yang tinggi. Dengan kata lain, mereka rela membuat diri mereka lebih merana atau sedikit menderita asalkan keinginannya tercapai dan bisa mencapai standar yang mereka tetapkan.

Sering Menganalisis Sesuatu Secara Berlebihan

Banyak orang dengan kecerdasan yang tinggi yang sering menghabiskan waktunya untuk memikirkan atau menganalisis sesuatu berlebihan. Terlalu banyak berpikir dan menganalisis sampai lupa untuk menikmati apa yang sudah ada. Saat mendapat suatu pengalaman, yang kamu lakukan bukannya menikmati pengalaman itu tapi malah memikirkan dan menganalisisnya secara berlapis-lapis.

“Happiness in intelligent people is the rarest thing I know.”

-Ernest Hemimgway

Mengalami Gangguan Psikologis

Oke untuk yang satu ini memang tak semua orang cerdas memiliki gangguan psikologis. Hanya saja dalam sejumlah kasus atau penelitian, orang cerdas juga bisa mengalami gangguan psikologis seperti gangguan bipolar (bipolar disorder) dan social anxiety.Saat seseorang mengalami gangguan psikologis, cara berpikirnya bisa sangat menyimpang dan jauh berbeda dari orang kebanyakan. Susah sekali untuk merasa bahagia karena selalu saja “bisa” menemukan kekurangan dari sesuatu yang membahagiakan tersebut.

Tak Pernah Merasa Puas

Karena merasa memiliki kemampuan dan kecerdasan yang lebih, maka ada kecenderungan untuk bisa mendapatkan hal-hal yang lebih besar. Misalnya, sudah berhasil memenangkan sebuah kompetisi tingkat nasional, jadi memiliki ambisi baru untuk memenangkan kompetisi tingkat internasional. Hal ini memang bagus. Hanya saja kalau tak diimbangi dengan rasa bersyukur atas semua yang sudah didapat, maka akan makin sulit untuk merasa bahagia.

Bersikap Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Salah satu alasan seseorang tak bisa merasa bahagia adalah karena terlalu keras pada diri sendiri. Tak mengizinkan diri untuk bahagia atau bersenang-senang. Karena merasa kerja keras yang sudah dilakukan belum cukup. Tak memberi kesempatan pada diri untuk sedikit tertawa lepas. Hanya karena target-target yang sudah ditetapkan sebelumnya belum tercapai.

Yang terbaik adalah selain memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, perlu juga memiliki kecerdasan emosi yang berimbang. Untuk menyeimbangkan semuanya memang butuh usaha. Tapi hidup cuma sekali. Yuk, lakukan yang terbaik sekaligus bersenang-senang (dengan cara yang positif tentunya).[vem]

Comment

Rekomendasi Berita