RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Politik itu dinamis, begitu kata para elite politik. Bakal calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang punya elektabilitas tertinggi dan mengantongi dukungan terbanyak, kini justru terancam batal maju. Penyebabnya, Partai Golkar mengalihkan dukungan ke Dedi Mulyadi, dan saat bersamaan PPP mewacanakan evaluasi untuk Ridwan Kamil.
Kondisi yang sama dialami oleh Deddy Mizwar. Bakal cagub dengan elektabilitas terkuat kedua di Jawa Barat itu, juga terancam batal maju Pilgub Jabar. Dua parpol pengusungnya, PKS dan PAN, sedang memikirkan ulang menarik dukungan karena ada lobi dari Partai Gerindra.
Kepastian Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil maju itu didasarkan pada hitungan minimal syarat kursi yang harus dikantongi cagub-cawagub, yaitu 20 kursi. Jika tidak terpenuhi, maka tidak bisa mencalonkan diri. Ssementara jalur independen atau perseorangan sudah ditutup oleh KPU.
Berikut kondisi masing-masing kandidat berdasarkan situasi politik terkini, Senin (18/12):
Ridwan Kamil
Wali Kota Bandung ini semula sudah mengantongi dukungan dari Golkar (17 kursi), PPP (9 kursi), PKB (7 kursi), dan NasDem (5 kursi). Total dukungan kursi yang dimiliki oleh Emil adalah 38 kursi, alias mayoritas dibandingkan kandidat lain.
Tapi banyaknya dukungan jadi simalakama bagi wali kota yang aktif di Instagram itu. Emil dihadapkan pada dua kandidat cawagub, Daniel Mutaqien (Golkar) atau Uu Ruzhanul Ulum (PPP). Keduanya sama-sama menjadikan cawagub sebagai syarat.
Saat Emil akan menentukan cawagub lewat konvensi, Golkar justru lebih dulu menarik dukungan, begitu juga PPP langsung mewacanakan evaluasi.
Deddy Mizwar
Dinamika lebih berliku dihadapi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Setelah batal mendapatkan dukungan Gerindra-PKS, Deddy akhirnya mengantongi dukungan dari Partai Demokrat (12 kursi), PAN (4 kursi) dan PKS (12 kursi). Tiga parpol ini mengantongi dukungan 28 kursi. Deddy dipasangkan dengan kader PKS Ahmad Syaikhu.
Tapi koalisi ini buyar setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mendeklarasikan dukungan untuk Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur. Prabowo secara berani juga menyatakan akan melobi PKS dan PAN untuk memberikan dukungan.
Gayung pun bersambung, DPP PKS dan PAN mau menimang ulang dukungan mereka ke Deddy Mizwar. “Selama belum pendaftaran pasangan calon, selalu ada peluang komunikasi,” ujar Wasekjen PKS, Mardani Ali Sera, Rabu (13/12).
Begitu juga dengan PAN. Ketua DPP PAN Yandri Susanto bahkan menyebut dukungan PAN untuk Deddy Mizwar belum disertai dengan Surat Keputusan, sehingga belum final.
“Kecenderungan kami tiga partai, PAN, PKS, dan Gerindra, untuk mengusung Sudrajat,” ujar Yandri saat ditemui di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).[Kum]










Comment