Peringati Hari Perempuan Internasional, PJPI Gelar Aksi Ke DPR dan Istana Negara

Berita1163 Views
Foto/Nicholas

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – JAKARTA – Ratusan buruh, menggelar aksi unjukrasa ‘Parade Juang Perempuan Indonesia,’ di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan dari pukuk 09.00 wib pagi, selanjutnya pindah menuju Istana Negara siang harinya, Adapun, aksi rangkaian acara hari Perempuan Internasional, yang setiap tanggal 8 maret diperingati. Jakarta, Kamis (8/3).
Aksi ‘Parade Juang Perempuan’ itu berupa orasi, pembacaan surat-surat perempuan, teatrikal PRT, monolog yang dibacakan oleh Rebecca Nyuei, pembacaan puisi perempuan oleh kokom, joe, steffi, ayu, nufus, kerrina basara. Nampak di lokasi, jaringan Parade Juang Perempuan Indonesia, seperti SERBUK(Serikat Buruh Kerakyatan), PB. GSBM, KSM-Tangerang, FBPTI, KPBI, SPB, dan masih banyak lagi.
Salah seorang aktivis perempuan dari perwakilan buruh PRT, sampaikan bentuk penindasan terhadap pekerja perempuan, khususnya PRT masih ada perusahaan yang acap kali melakukan dan merugikan hak hak perempuan termarginalkan.
Maka itu, demonstrasi di hari perempuan internasionalnya ini, sambungnya menyampaikan untuk menuntut agar disejajhterahkan.”UU kerja yang diakui harus kita terima dan terealisasi dengan benar, namun tidak terealisasi.. Saya harap kita sebagai perempuan melawan, dan menuntut kesetaraan dalam bekerja,” paparnya.
“Tidak hanya dalam bekerja, namun juga di rumah, namun tidak ditanggapi dengan serius. Kami (perempuan) adalah manusia yang ingin menuntut kesetaraan. Hidup Buruh…Hidup laki laki yang mendukung kesetaraan bagi kami, perempuan. Seluruh rakyat Indonesia adalah dilindungi hak dan kewajibannya,” jelasnya.
Lanjut, Jumisih, koordinator lapangan aksi menyerukan,”Hidup Perempuan, hidup buruh, hidup mahasiswa, hidup laki-laki yang mendukung kesetaraan perempuan,” serunya orasi dari mobil komando, di hadapan rekannya pengunjuk rasa saat di depan gedung DPR RI.
Para buruh menggelar aksi di hari Perempuan Internasional itu, berdemonstrasi di depan Gedung DPR, soalnya kebanyakan berisi wakil rakyat menharapkan suaranya terdengar oleh para wakil seluruh rakyat Indonesia. Ditambah lagi, acap kali kurangnya wakil rakyat memihak ke rakyat, khususnya kaum buruh yang termarginalkan, karena lebih memihak ke pengusaha, penguasa.
Harapannya kedepan membangkitkan seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum perempuan merasa terintimidasi, bersama sama menuntut hak hak sebagai warga negara Indonesia secara adil.
“Kita akan bergegas ke Istana Negara, dan arahkan mobil ke Indosat Patung Kuda, dan KPPA. Rekan rekan buruh KASBI, sudah menunggu aksi. Semangat kawan-kawan. UUD MD3, Cabut cabut sekarang juga, Politik Pemilu dan Pilkada bebas dari SARA,” lontarnya dengan lantang.
“Apakah kita rela politik kaum marginal, digadangkan kaum elite politik, digoreng dipanas panasi untuk keruk suara ?,” ungkapnya pada pendemo, dan selanjutnya dijawab dengan kata ‘Tidak’ oleh rekan rekannya.
“RKUHP cabut cabut sekarang juga !!…Aku….Kamu…..rebut kesetaraan !! Hidup rakyat Indonesia,” tandasnya.
“Jelang Pemilu, makin besar rasa tidak aman bagi perempuan karena
kekerasan. Kami menolak diskriminasi, intoleransi, dan pemiskinan,” cetusnya.
“Selamat hari perempuan Internasional Hidup rakyat, hidup buruh,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment