by

Pakar Hukum: Banding JPU Ahok Tak Punya Legitimasi

Dok/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengajukan banding dinilai tidak tepat. Karena Ahok melalui istrinya Veronica Tan sudah mencabut permohonan banding.

“Dengan pencabutan banding maka Ahok mengakui kesalahan dan menerima vonis hakim sehingga tidak ada alasan untuk JPU mengajukan banding,” tutur pakar hukum pidana Universitas Trisakti Jakarta, Abdul Fickar Hajar ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Fickar mengatakan, banding yang diajukan JPU tidak memiliki legitimasi dan juga akan aneh apabila JPU melanjutkan rencananya mengajukan banding atas kasus yang melilit gubernur nonaktif DKI Jakarta itu. Selain karena hakim telah mengganjar lebih berat dari tuntutan JPU, Ahok selaku terpidana telah menerima vonis tersebut.

“Ini akan ada keanehan Jaksa tidak mencabut,” katanya.

Diketahui, Ahok dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh majelis hakim karena telah melanggar pidana Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama akibat ucapannya kala menyadur Surah Al Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu.

Ahok langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, Jawa Barat setelah sebelumnya sempat mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur (gun/tb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − ten =

Rekomendasi Berita