by

Pasca Gempa Donggala, Air Teluk Palu Naik

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pasca gempa Donggala, Palu, warga di sekitar mengatakan berimbas pada tanah retak dan ombak meninggi sampai air laut naik
Salah satu warga bernama Daniel menyebutnya bahwa ombak itu bukan tsunami
“Saya tidak terlalu jauh dari laut, air itu naik. Sedangkan ombak itu bukan tsunami tapi efek dari guncangan” ucap Daniel, warga Palu, Jumat (28/9/2018)
Sebagai bukti, ia menyebut kantor Pertamina, yang berhadapan langsung dengan pantai di Palu, Sulteng, sempat tertelan gelombang.
“Petugas Pertamina barusan lewat, dia kena hantaman ombak,” kata Daniel.
Selain berdampak pada gelombang laut, ia menyebut gempa itu membuat tanah di sekitar tempat tinggalnya retak.
“Tanah di sekitar saya retak semua,” ucapnya.

Foto Warganet di sosial media Facebook

Di samping itu, gempa Donggala juga disebut membuat listrik mati total. Ia juga mengaku bahwa sinyal telepon seluler sulit didapat saat gempa.
Ia menambahkan bahwa rangkaian gempa itu membuat warga Palu berhamburan menuju tempat yang lebih tinggi demi menyelamatkan diri dari potensi tsunami.
Semuanya keluar rumah dan pada takut akan terjadi tsunami dan mungkin kota ini kehilangan warga lari ke gunung semua,” ungkap dia.

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak akibat gempa dengan kekuatan magnitudo 6 mengguncang Donggala Sulawesi Tengah. Daerah yang mengalami kerusakan ada di Kec Sinreja Kab Donggala yang dekat pusat gempa. Gempa susulan masih terus terjadi.

Terpisah, Nirwan, warga Luwu Timur, Sulsel, menyebut warga sempat berhamburan keluar rumah saat gempa mulai mengguncang.
“Sekitar pukul 6 sore, warga bersiap di masjid. Ketika terasa ada gempa, warga berhamburan, saya juga, ke jalan. Terasa sekali dan ikut bergoyang,” tuturnya.
Dia juga menyebut sempat terjadi gangguan sinyal ponsel pada saat gempa sedang berlangsung.
“Sekarang masih aman, sudah seperti biasa,” ucapnya.
Sejauh ini, katanya, warga cukup mendapat informasi soal gempa melalui penguman di sejumlah masjid.

Gempa dengan kekuatan 7,7 guncang Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Banyak bangunan roboh. Masyarakat berhamburan keluar rumah dan bangunan. Peringatan dini tsunami sempat diaktivasi selama 30 menit oleh BMKG. Evakuasi dan pendataan masih dilakukan.

Diketahui, rangkaian gempa menerjang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Rangkaiannya dimulai dengan gempa bermagnitudo 6 dengan pusat gempa di 2 km arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00 WIB.
Sejumlah rangkaian gempa kemudian bersahutan. Yang paling besar sejauh ini adalah gempa dengan magnitudo 7,7, pukul 17:02:45 WIB. Gempa itu sempat memicu peringatan dini tsunami, namun kemudian dinyatakan berakhir.(CM/RD)

Comment

Rekomendasi Berita