by

Pedri Kasman Apresiasi JPU Tuntut Pendeta Abraham Moses 5 Tahun Penjara

Pedri Kasman (Tengah).[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa penistaan agama Pendeta Abraham Ben  Moses alias Saifuddin Ibrahim berupa hukuman pidana penjara selama 5 tahun patut diapresiasi. Demikian ungkap Pedri Kasman yang juga pelapor melaui whatsapp, Selasa (24/4/1018).

Tuntutan JPU itu dibacakan dalam persidangan kemarin, Senin (23/4/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIB. JPU menuntut pada Majelis hakim untuk menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 28 ayat 2 dan pasal 45A ayat 2 UU ITE.

Menurut Kasman, keberanian JPU telah memberi harapan pada masyarakat agar sang terdakwa dihukum berat.  Tindakan ugal-ugalan melakukan penistaan terhadap suatu agama oleh siapapun tambahnya, sangat penting diberi hukuman seberat-beratnya. Karena tindakan tersebut berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Sebuah tindakan yang sangat tidak Pancasilais. 

“Tentu pada kasus ini kita berharap pada Majelis Hakim yang dipimpin Muhammad Damis, S.H.,M.H dapat memutus perkara dengan seadil-adilnya dan memberi hukuman berat pada terdakwa. Agar menjadi efek jera bagi terdakwa dan pelajaran untuk semua pihak. Sesuai pasal di atas, hakim dapat memutus hukuman pidana penjara hingga 6 tahun.” Ujar Kasman

Berikut bunyi pasal 45A ayat 2 UU NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (UU ITE): “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sidang akan dilanjutan pada hari Rabu tanggal 2 Mei 2018 jam 10.00 WIB dengan agenda Pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum Terdakwa.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =

Rekomendasi Berita