by

Showroom Gerabah Cimuncang Raya Sisakan Hutang Di Masyarakat.

Paket Pekerjaan Showroom yang menyisakan hutang.[Adhie/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM,  BANTEN – Paket Pekerjaan Pembangunan Showroom Gerabah yang berlokasi
di Kec. Ciruas dalam program penataan struktur industri kegiatan
penyediaan sarana maupun prasarana klaster industri oleh Dinas Koperasi,
Perindustrian Dan Perdagangan Kab.  Serang yang dikerjakan secara
penunjukan langsung oleh CV.  Cimuncang Raya bersumber  dari APBD Kab.
Serang Tahun 2015 senilai Rp.  193.391.000,- ( Seratus Sembilan Puluh
Tiga Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Rupiah ) dengan No.
Kontrak : 011/ 07.11/ PK/ SPK/ KPA. IND/ 2015 baru saja diselesaikan
oleh perusahaan yang ditunjuk oleh Dinas Koperasi, Perindustrian Dan
Perdagangan Kab.  Serang namun sayangnya menuai kisruh dan polemik di
masyarakat sekitar. 


Pasalnya, masyarakat sekitar proyek pembangunan tersebut
kemarin ( 29/11 ) berbondong menanyakan kepada salah satu staff Desa
Citerep Kec.  Ciruas mengingat lokasi pembangunan itu berada persis di
samping Kantor Desa. Masyarakat yang dirugikan itu adalah Rudi selaku
pemilik rumah kontrakan yang dipakai oleh para pekerja yang
menempatinya, hingga kini belum dibayarkan selama 2 Bulan . Juga Icih
pemilik warung yang berada dekat dengan lokasi pembangunan tersebut
mengaku hingga saat ini belum di lunasi hutang untuk kebutuhan makan
minum selama pelaksanaan pembangunan berlangsung sebesar Rp. 1.350.000,-
.


“Tolonglah pak gimana caranya,  saya kan duit buat
perputaran modal.  Waktu itu pekerjanya hutang ke saya katanya karena
mereka belum dibayarkan.  Pak Ayip mandor dan pak iqbal yang biasa
kontrol bangunan juga tahu kok pak ” pungkas Icih.


Diketahui bahwa selain sewa kontrakan dan hutang warung, menurut informasi yang diterima radarindonesianews.com
ternyata kegiatan pembangunan itu hingga kini masih menyisakan hutang
pula kepada warga sekitar yaitu Maman Macho untuk kebutuhan rokok dan
Kopi sebesar Rp. 2 Jutaan, juga ke salah satu toko bangunan untuk
kebutuhan bahan material yang besarnya kurang lebih sekitar Rp. 10
Jutaan.(Adhisena)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + four =

Rekomendasi Berita