by

Pembangunan TPS 3R KSM Kebuyutan Mandiri Diduga Asal Jadi

TPST 3R Banten.[Photo adhisena/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, BANTEN – Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat
Jenderal Cipta Karya Pengembangan Penyehatan Lingkungan Dan Pemukiman
Melalui Pemerintah Propinsi Banten Dinas Sumber Daya Air Dan Pemukiman
diketahui Tahun ini Menggelontorkan Bantuan Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu berbasis masyarakat TPST 3R ( Reduce, Reuse, Recycle ) Kepada 23
KSM Kelompok Swadaya Masyarakat.



Diketahui Kelompok KSM Kebuyutan Mandiri adalah salah satu
penerima yang beralamat di Desa Kebuyutan Kec. Tirtayasa Kabupaten Serang.

Program yang bersifat pemberdayaan semestinya dapat dilaksanakan serta
dikelola dengan baik diduga masih adanya campur tangan dari pihak
terkait berupa Potongan Pungli serta pengakomodiran pengadaan barang
didalamnya sehingga menimbulkan pengurangan Quantity dan Quality.

Hal inilah yang terlihat pada pelaksanaan pembangunan TPS
3R di Desa Kebuyutan yang cenderung asal jadi serta abaikan pedoman
petunjuk dalam pelaksanaan program seperti tidak adanya Papan Informasi
Kegiatan, Pekerjaan tidak sesuai spesifikasi , Serta Diduga adanya
pemalsuan data dalam Laporan Pertanggungjawaban karena diketahui segala
sesuatunya dibuat oleh Fasilitator Konsultan Pendamping. Seperti yang
diungkapkan oleh Ketua KSM Samsudin bahwa, dirinya hanya menjalankan
bantuan tersebut sesuai dengan arahan Kepala Desa yang membentuk di awal
kegiatan dengan besaran anggaran daripada sisa potongan biaya lainnya.
“Saya mah hanya melaksanakan dilapangan saja, Sisanya sudah di-handle
oleh Pak Ponco dan Anas dari Konsultan ” Ungkap Samsudin didampingi
Habudin Kepala Desa Kebuyutan (Selasa, 29/12 ).

“Sudahlah, program yang sedang dikerjakan di masyarakat
ini ga’ perlu kita bahas jauh. Jangan buat masyarakat sini bangunlah…
” Timpal Habudin dengan nada sedikit meninggi.



“Kalau mau ngutik-ngutik mah … sana aja tuh , kan ada
program bantuan Bebek . itu saja silahkan . Udah lah yang penting mah
asal jadi aja… repot bener sih . ”  Lanjut Habudin.



Entah apa yang menjadi pemikiran Ketua KSM serta Kepala
Desa saat itu, bahkan sepertinya cenderung ada yang ditutupi saat Radar
Indonesia News menanyakan perihal seberapa jauh pelaksanaan pembangunan
TPS 3R ini.



Persis disamping kami berbincang bersama mereka, terlihat 2
(Dua) buah mesin besar berwarna hijau yang kemudian kami tanyakan
mesin apakah itu kepada Samsudin Ketua KSM.



“Ini mesin untuk pengolahan sampahnya, belum lama ini
dikirim dari orang Dinas dikolektif. Semuanya hampir Rp. 200 jutaan. Pertama Rp. 92,5 juta, kedua Rp. 92,5 juta, ketiga Rp. 12 jutaan .
” Ungkap Samsudin.



“Berarti jumlah total keseluruhan anggaran yang Kang
Samsudin jalankan untuk pembangunan ini tidak terserap semuanya ya,
memang jumlah total anggarannya berapa sih pak? ” Tanya radarindonesianews.com,
karena memang tidak ada papan informasi yang terlihat pada lokasi
kegiatan pembangunan.



“Berapa yah? sambil menoleh ke Habudin Kepala Desa,
Sekitar Rp. 500 jutaan sih kayaknya. Diambil Dinas untuk beli barang
pengolahan sampah Rp. 200 Jutaan, diambil Konsultan untuk pembuatan LPJ
Rp. 25 Juta. Saya dengar yang lainnya juga segitu katanya diambilnya.
Yang lainnya mah itu urusan pak Lurah ” Ucap Samsudin.



Diketahui menurut Samsudin bahwa sampai dengan saat ini
kegiatan ini barulah sampai pada progress sekitar 85 persen yang hingga
penghujung tahun 2015 ini berakhir belum juga selesai dengan alasan
musim hujan. Perlunya pengawasan dari berbagai pihak terutama masyarakat
dan berbagai elemen dalam tahap pelaksanaan pembangunan hingga tahap
kegiatan ini berjalan nanti.( Adhisena )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =

Rekomendasi Berita