by

Pendidikan Islam, Solusi Mendidik Anak Era Modern

-Opini-42 views

 

 

Oleh: Desi Wulan Sari, M.Si, Pegiat Literasi dan Pengamat Sosial

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Anak merupakan titipan dan amanah  Allah SWT yang kelak akan hidup mandiri dan lepas dari orang tuanya. Karena itu seorang anak harus dibekali keimanan yang kuat dan aturan yang tegas dalam menjalani kehidupan. Islam sebagai agama yang mengatur seluruh proses kehidupan manusia memiliki metode dan cara khusus dalam membentuk dan mendidik karakter anak menjadi karakter gemilang generasi emas.

Memperingati Hari Anak Nasional (HAN), 23 Juli 2021 semestinya menjadi suka cita yang dirasakan setiap orang tua. Betapa tidak, anak merupakan amanah dan dambaan setiap orang tua saat membina keluarga. Adanya generasi penerus menjadi sesuatu yang sangat dinanti bagi para orang tua manapun.

Tema HAN yang diangkat pemerintah tahun ini “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan Tagline #AnakPedulidiMasaPandemi. Tema yang diambil karena tantangan sangat besar yang dihadapi anak-anak Indonesia di tahun ini. (Kompastv.com, 23/7/2021).

Dari tema yang diangkat pun kita bisa melihat bagaimana kondisi anak-anak kita di masa ini. Pandemi covid-19 yang sedang dihadapi sangat berdampak besar atas diri mereka. Perubahan drastis yang mereka alami tidak saja dari sistem belajar, tetapi dampak psikologis pun ikut membebani mereka.

Hal ini tidak hanya berdampak pada sang anak saja tetapi juga pada cara pengasuhan orang tua, bahkan beberapa dampak yang signifikan terlihat seperti kurangnya lahan bermain anak, sosialisasi antar teman yang semakin berkurang, interaksi nyata dengan guru yang semakin berkurang, bahkan membuat lingkungan rumah menjadi kurang kondusif dengan adanya perubahan tatanan sosial di dalam rumah, akibatnya terjadi kasus-kasus kekerasan rumah tangga kepada anak yang kian meningkat.

Jika kita menilik lebih jauh lagi, dampak-dampak yang terjadi di atas bukanlah tanpa sebab, tetapi akibat dari aturan yang diterapkan dalam mendidik dan menerapkan pendidikan ala sekuler dan liberal, karena sistem ini membuat semua itu menjadi persoalan yang senantiasa hadir di depan mata kita.

Ciri pendidikan sekuler yang mejauhkan aturan syariat dari kehidupan anak-anak kita, membuat pemikiran dan cara berpikirnya pun terbiasa dengan sistem yang ada saat ini. Akibatnya, para penguasa negeri hari ini, instansi pendidikan, dan orang tua semakin direpotkan dengan sistem pendidikan yang tiba-tiba berubah drsatis.

Terlebih dalam lingkup keluarga. Ada keluarga yang sanggup mendidik anaknya sendiri saat BDR (Belajar Dari Rumah) tetapi ada juga keluarga yang tidak sanggup menjadi pendidik anak-anaknya sendiri di rumah. Padahal sebagaimana yang diharapkan, bahwa anak diharapkan menjadi aset bagi orang tua, baik di dunia dan akhirat.

Anak adalah generasi penerus keluarga yang dididik untuk menjadi sosok individu bertakwa dan cemerlang bagi bangsa dan negara. Bonusnya adalah menjadi anak yang solih dengan pahala yang selalu mengaliri pundi-pundi amal solih orangtuanya, sebagai penolong akhirat kelak. Tetapi jika hari ini nasib anak-anak kita belum jelas mau dibawa kemana arah pendidikannya oleh sistem ini, tentu setiap orang tua akan selalu memikirkan, sistem apa yang bisa membawa aset-aset berharga (anak) mereka sesuai yang diharapkan?

Allah SWT berfirman:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Allah mengatakan bahwa anak adalah anugerah dan ujian bagi hambanya. Jika anak sebuah anugerah yang diamanhakan bagi setiap keluarga, tentu sebagai orang tua mereka akan menjaganya, mendidiknya, dan mengasuhnya dengan cara Allah SWT, yang ditunjukkan melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW, bagaimana mendidik anak-anak beliau, mendidik para orang tua yang memiliki anak-anak dengan cara yang disayariatkan dengan tujuan menciptakan generasi berpikiran cemerlang, calon pemimpin umat masa depan.

Lihatlah para pemuda Islam yang telah mewujudkan kegemilangan peradaban selama 350 abad lamanya pendidikan dan generasi muda Islam selalu lahir dari para orang tua, pendidik, lingkungan dan negara yang mengurus generasinya dengan sistem yang terbaik. Panglima perang Sultan Muhammad Al Fatih mampu menaklukan Konstatinopel karena didikan orang tua dan keyakinannya pada hadis Rasulullah SAW.

Lahirnya ahli kedokteran pertama muslim dunia Ibnu Sina yang berhasil menemukan ilmu kedokteran di masa itu, dan tak kalah hebat lahirnya generasi ilmuwan muslim yang membanggakan dalam perkembangan teknologi terutama di bidang komputer kelak, beliau adalah Muhammad ibn Musa Al Khawarizmi dikenal sebagai matematikawan yang menemukan Aljabar dan juga bapak dari algoritma.

Sejatinya, jika saja umat diberi pilihan kembali, mana sistem yang mengatur pada kemaslahatan generasi dengan sistem yang merusak generasi, tentu mereka akan memilih sistem yang menciptakan generasi muda cemerlang. Itulah sistem pendidikan Islam. Jika Islam Kaffah mampu mengatur 2/3 dunia dengan syariat-Nya menuju peradaban gemilang, maka tidak ada alasan lagi untuk terus menggunakan sistem yang justru membuat generasi muda yaitu anak-anak kita, semakin tersesat dan hilang dari jangkauan orang tuanya.

Maka Pendidikan Islam merupakan pendidikan terbaik bagi generasi modern saat ini, yang mampu menjaga setiap serangan dan ancaman luar akibat sistem rusak yang ada saat ini.  Negara yang mampu menerapkan pendidikan terbaik yaitu Islam kaffah akan menjadi negara kuat dengan generasi kuat dan berpikiran cemerlang. Selamat Hari Anak Nasional 2021. Wallahu a’lam bishawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita