by

Penyuluhan Hukum Untuk Personil Korem 083/BDJ

RADARINDONESIANEWSCOM, MALANG –  . Pelaksanaan Minggu Militer Korem 083/Bdj disemarakkan dengan kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan Rabu (25/10/2017) antara Korem 083/Bdj bekerja sama dengan Denpom V/3 Malang, dimana sebagai nara sumber Kapten Cpm Alwi. bertempat di Aula Makorem 083/Bdj, yang diikuti oleh seluruh anggota Makorem 083/Bdj.

Danrem 083/Bdj Mengharapkan seorang prajurit TNI agar memiliki watak, karakter dan pendirian yang kokoh yang dapat memegang teguh sendi-sendi dasar kehidupan prajurit. Sendi-sendi dasar kehidupan prajurit tersebut merupakan syarat mutlak untuk memasuki alam kehidupan ketentaraan yang penuh kedisiplinan. semua itu adalah sebagai sebuah jalan dan pilihan hidup yang harus diterima dan dijalankan oleh seorang prajurit.

Kapten Cpm Alwi mejelaskan Pelanggaran lalu lintas, asusila dan disersi. Adapun penyebab terjadinya pelanggaran akibat dari kurangnya pemahaman tentang hukum baik prajurit maupun PNS. Dengan diadakannya penyuluhan hukum ini diharapkan dapat memberikan pengertian, pemahaman dan pengetahuan tentang aturan serta peraturan dengan tujuan untuk menekan semaksimal mungkin pelanggaran Hukum yang terjadi dikalangan Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Korem 083/Bdj dalam rangka membangun citra positif TNI AD di mata masyarakat.

Lebih lanjut Kapten Cpm Alwi mengatakan penegakan disiplin dan kode etik keprajuritan menempati posisi penting dan sangat dibutuhkan guna mampu secara maksimal memberikan dampak positif bagi konsistensi sikap dan perilaku prajurit TNI, juga diharapkan kepada petugas Operasi Penegakkan Tata Tertib untuk memiliki kesamaan persepsi dalam proses penegakan dan penyelesaian pelanggaran hukum, disiplin serta tata tertib dalam lingkungan keprajuritan. 

 
Tidak mungkin penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib dapat berjalan dengan baik, apabila petugasnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional, karena ketidak disiplinan dan tidak profesionalnya petugas akan berdampak negatif pada upaya penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib yang diselenggarakan. 
 
Profesionalitas petugas yang dimaksud bukan hanya petugas yang mencatat dan memberikan tindakan kepada setiap pelanggaran prajurit saja, akan tetapi petugas yang mampu mencari dan menemukan pokok-pokok persoalan yang perlu segera mendapatkan jawaban, dalam rangka menetapkan solusi, guna memperbesar upaya membangun kesadaran hukum, disiplin dan tata tertib prajurit TNI. (Penrem 083/Bdj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 1 =

Rekomendasi Berita