Praktek Aborsi Makin Ngeri, Islam Hadir Menjadi Solusi

Opini71 Views

 

Penulis : Dahlia | Aktivis muslimah Riau

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Lagi lagi berita aborsi bikin ngeri. Akibat Pergaulan yang kebablasan, pergaulan bebas, perzinahan makin marak, kehamilan yang tidak diharapkan pun terjadi membuat buta mata hati. Sehingga ujung-ujungnya nekad untuk melakukan aborsi sebagai solusi hanya untuk menutupi kesalahan diri sendiri na’udzubillah

Dilansir dari KBRN, Jakarta: Polisi menemukan janin bayi dibuang ke septic tank saat mengungkap praktik aborsi ilegal di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/12/2023). Total ada tiga janin yang berhasil diungkap polisi dari penyelidikan kasus ini.

Kapolsek Kelapa Gading Maulana Mukarom mengungkapkan, selain janin di septic tank, ditemukan juga satu lainnya di dalam apartemen yang disewa kedua tersangka. “Terus untuk perempuan yang melakukan aborsi kita bawa ke RS Polri Kramat Jati itu satu,” ujar Maulana, seperti ditulis laman tersebut.

Aborsi illegal terjadi  bukan kali ini saja dan ini adalah cerminan dari rusaknya tatanan kehidupan. Semua bermula pada penerapan kapitalisme sekuler dalam kehidupan liberal. Liberalisme mengajarkan bahwa setiap orang bebas menentukan tingkah laku sesuai dengan kehendaknya dalam setiap aspek kehidupan.

Begitupun dalam pergaulan. Laki-laki dan perempuan boleh melalukan free sex tanpa ikatan perkawinan. Sehingga ada celah untuk terjadinya aborsi, lemahnya sistem sanksi dan juga dampak pengarusan pemikiran “hak reproduksi’ yang dikampanyekan global.

Parahnya lagi maraknya aborsi illegal dianggap oleh pegiat gender sebagai konsekuensi belum adanya layanan aborsi aman yang juga dikampanyekan global.

Tidak hanya itu, kapitalisme sekuler ini sukses melahirkan manusia-manusia hedon, rakus dan gila harta yang tidak takut akan dosa. Mereka dengan sengaja dan berani menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan, salah satunya dengan bisnis ilegal klinik aborsi ini.

Padahal tindakan aborsi tanpa alasan syar’i, akan membuat pelakunya berdosa besar. Selain itu, aborsi yang asal-asalan akan membawa dampak buruk dan trauma baik secara psikologis maupun fisik. Antara lain, pendarahan hebat, kanker serviks, infeksi hingga resiko kematian.

Perihal zina sudah diperingatkan oleh Baginda Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللّٰهِ

“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).

Bagaimana Islam mengatasi permasalahan ini? Islam sebagai agama paripurna memiliki berbagai mekanisme yang mampu mencegah terjadinya aborsi, seperti system pergaulan islam, mengkounter pemikiran liberalisme, juga system sanksi yang tegas bagi pelaku aborsi.

Islam sangat menhormati dan menjaga nyawa, sejak masih dalam rahim bahkan menjadikan penjagaan atas nyawa adalah salah satu maqashid Syariah yang ditetapkan Islam.

Dalam Islam negara diwajibkan memberlakukan sanksi hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan atau maksiat. Negara tidak akan melegalkan aborsi akibat pergaulan bebas karena itu sama saja melegalkan free sex dan perzinaan

Negara menerapkan peraturan berdasarkan nilai nilai islam di seluruh aspek kehidupan agar masyarakat terbebas dari perzinaan dan free sex

Negara juga mengawasi media sosial/dan media lainnya, sehingga kesempatan atau keinginan bermaksiat tertutup dan menutup celah konten-konten porno dan membawa pemahaman liberal dan semacamnya.

Negara menjamin kesejahteraan rakyat melalui penyediaan sarana pekerjaan untuk rakyatnya dan menghadirkan Baitul Malnya sehingga tidak ada yang melakukan kemaksiatan dikarenakan kemiskinan.

Inilah sistem Islam yang melindungi rakyat secara berlapis dalam upaya melawan kejahatan dan kemaksiatan. Penerapan syariah-Nya yang kaffah (menyeluruh), niscaya akan berefek pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga tata nilai dan sistem Islam segera terwujud hingga tak ada lagi kasus aborsi yang bikin ngeri. Wallahu a’lam.[]

Comment