by

Prof. Sri Edi Swasono : Apakah Buruh Cina Itu Tentara Merah?

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Kebijakan mendatangkan warga Cina ke Indonesia, merupakan kebijakan rezim Jokowi yang memang berniat ‘membinasakan’ pekerja pribumi. Menurut berbagai sumber, bahwa selama pemerintahan Jokowi, merencanakan akan mendatangkan 10 juta buruh dari Cina.

Di Papua, Jakarta, Banten, Pandeglang, Surabaya, Gresik, dan Sidoardjo dan sejumlah wilayah lainnya, sekarang kebanjiran buruh dari Cina yang mengerjakan proyek. Jumlah buruh asal Cina akan terus membludak dan bertambah dari waktu ke waktu. Seiring semakin dekatnya antara Jakarta Beijing.

Menurut Muslim Arbi kepada media intelijen beberapa bulan lalu (26/6) mengatakan, dalih investasi Cina yang diungkapkan Jokowi itu merupakan penguasaan Cina terhadap NKRI. “Mulai dari pekerja kasar sampai bosnya dari Cina semua. Ini sama saja mengusir orang Indonesia,” jelas Muslim.

Muslim menegaskan, ambisi pembangunan “tol laut” ala Jokowi sebenarnya ditujukan untuk mempermudah masuknya warga Cina ke Indonesia. “Di Cina sendiri, kepadatan penduduk sudah tak teratasi. Maka pemerintah Cina melihat Indonesia yang tanahnya masih luas, bisa dimanfaatkan untuk orang-orang Cina,” jelas Muslim.

Kata Muslim, jika kebijakan itu tidak dikritisi akan memunculkan kecemburuan di masyarakat. “Di Banten, warga sudah protes terhadap pekerja Cina. Ini bisa merembet ke daerah lainnya,” pungkas Muslim.

Seperti diketahui sejak beberapa waktu lalu tenaga kerja kasar asal Cina datang bergelombang ke Bayah, Pandeglang, Banten. Buruh asal Cina itu dipekerjakan buat membangun pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Lebak. Pekerja Cina itu dikontrak oleh perusahaan PT Cemendo Gemilang dengan PT Cinoma dan PT CHI.

Dibagian lain, ekonom Universitas Indonesia Prof. Sri Edi Swasono, yang menantu Bung Hatta, menurut penuturan seorang tokoh Koperasi asal Jawa Timur, Darto, mengatakan bahwa Sri Edi telah menelpon langsung Kepala BIN Letjen Sutiyoso, dan menanyakan, apakah buruh asal Cina itu, bukan ‘TENTARA MERAH’ yang menyamar sebagai buruh’, tegas Edi Swasono.
Kondisi yang ada sekarang ini, pengaruh Cina di Indonesia sudah sangat membahayakan kepentingan nasional Indonesia dengan banyaknya buruh Cina yang masuk ke Indonsia. Apakah mereka benar-benar buruh? Justru Sri Edi Swasono mengkawatirkan mereka itu tentara merah, yang sengaja ingin menduduki Indonesia. (fath/voa-islam.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =

Rekomendasi Berita