by

Putri Hanifah, C.NNLP*: Milenials, Seberapa Greget Cintamu?

-Opini-21 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Riuhnya pemberitaan penghinaan kepada Rasulullah yang dilakukan oleh Samuel Paty, guru sejarah dan geografi di Conflans Sainte Honorine di luar Paris menandakan betapa kemudian umat tidak tutup mata terhadap peristiwa ini. Hingga saat ini pemberitaan itu masih bermunculan.

Sedih, sakit, teriris merasa tidak bisa apa-apa melihat Rasulullah dihina bahkan digambar seenak hati.
Tentu kita tidak bisa memungkiri kejadian ini akan menuai pro kontra, pasalnya beberapa waktu setelah Samuel Paty mendiskusikan gambar Rasulullah SAW yang diproduksi oleh majalah satir Charlie Hebdo, seseorang pemuda berusia 18 tahun Abdoullakh Anzorov memenggal kepala Samuel Paty.
Ada yang menyayangkan aktivitas pemuda tersebut sebab mengganggu kebebasan orang lain, ada juga yang mendukung pemuda berusia 18 tahun tersebut sebab kebebasan yang Samuel lakukan karena mengganggu keyakinan umat muslim, yakni penghinaan kepada Rasulullah Habiballah yang namanya selalu disandingkan bersama Allah.

Lalu bagaimana kita menyikapinya?
Rasulullah yang diberi stempel langsung oleh Allah sebagai uswatun hasanah, perangainya tiada cela, aktivitasnya amat mulia saja anggapan orang-orang tentangnya bisa berubah drastis setelah beliau menerima Islam.

Beliau dicaci-maki, diboikot, dihina, dilecehkan bahkan gelar Al-Amin yang masyarakat berikan kala itu seolah hilang sebab Rasulullah membawa risalah Islam. Subhanallah. Bila yang dihina adalah pribadi beliau, Rasulullah memang tak marah. Namun apabila yang dihina adalah Islam, Rasul marah.

Lho seharusnya kita nggak marah dong kak ketika Samuel Paty mendiskusikan majalah satir Charlie Hebdo? Eits, sebentar.

Milenials jangan lupa, Rasulullah dihina bukan hanya hari ini. Berulang kali rasulullah dihina dan dilecehkan oleh majalah satir Charlie Hebdo, meski bukan hanya Islam saja yang menjadi bahan lelucon dalam majalah itu, agama lainpun demikian.

Kemudian ajaran Rasulullah dikriminalisasi dan dianggap tidak cocok untuk dunia hari ini, hukum Allah yang mengatur antara manusia satu dengan manusia lain tidak digunakan sama sekali, seperti qisash, rajam, menjauhi riba dan sebagainya. Selama ini Allah dianggap apa?

Apakah Allah hanya menciptakan kita saja? Bukankah Allah yang setiap hari memelihara urusan kita, memberikan rizki kepada kita, mengapa aturan Allah tidak digubris sama sekali?

Saya teringat dengan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam al-Jami as-Sahihnya dan beberapa kitab hadis lainnya, ada seorang budak yang sedang hamil. Kerjaan si budak ini selalu mencaci maki Nabi Muhammad SAW. Akhirnya karena merasa kesal dengan kelakuan si budak perempuan ini, seorang sahabat Nabi yang buta, yang merupakan suaminya, membunuh istrinya yang bekas budak tersebut. Ketika peristiwa pembunuhan ini dilaporkan kepada Nabi, sang pembunuh tidak dihukum qishash. Dalam hadis tersebut, darahnya hadar atau sia-sia dan pembunuhnya tidak dijatuhi hukuman qishash.

Betapa kita tidak bisa menghukumi perbuatan pemuda 18 tahun tersebut sebagai perbuatan yang salah atau tidak tepat, sebab Rasul saja mendiamkan perbuatan sahabat Nabi yang membunuh Istrinya yang sedang hamil sebab Istrinya mencaci-maki Rasulullah SAW, diamnya rasul dan tidak dijatuhi hukuman qishash ini menandakan bahwa perbuatan pemuda 18 tahun yang memenggal kepala Samuel Paty tidak bisa dikatakan salah dalam Islam.

Hari ini yang baru kita saksikan ada pemuda 18 tahun memenggal kepala Samuel Paty, apa kabar dengan jutaan saudara kami yang setiap hari harus berlumur darah?

Palestina yang wilayahnya hilang begitu saja, areanya dibom bardir habis-habisan, direbut paksa, Uighur yang tersiksa hidup, Rohingya dan banyak saudara muslim di seluruh penjuru dunia.

Maka milenials seberapa greget cintamu kepada Rasul? Bila kita memang mencintai Rasul semestinya kita berpihak untuk mengagungkan dan membela syariat-Nya, bukan justru berada di pihak yang menantang. Semut saja hewan kecil yang tidak berakal menunjukkan ada di pihak siapa dia berdiri ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh Namrud, bagaimana dengan kita yang Allah karuniakan akal dengan lengkap?
Satu satunya jalan untuk mengakhiri pelecehan terhadap Rasulullah dan ajarannya adalah membangun kekuatan dan persatuan kepemimpinan umat Islam dunia seperti yang diwariskan Nabi.

Kepemimpinan dunia Islam akan meninggilkan martabat dan muru’ah Islam, kaum muslimin. Bahkan menjamin keberadaan non muslim. Maka tidak akan terjadi nantinya penghinaan yang dilakukan oleh Charlie Hebdo, baik kepada umat muslim maupun kristiani atau agama lain.[]

 

*Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =

Rekomendasi Berita