by

Ratu Kokoda: Ayah Saya Serahkan Papua Kepada Soekarno

Ratu Kokoda hadiri HUT RI-71 yang digagas Gema Gong Pancasila.[Nicholas]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gema Gong Pancasila langsungkan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan
Bangsa Indonesia, Rabu (17/8) berlokasi di Patung
HKSN (Hari Kesetiakawanan Nasional), Senen Jakarta Pusat.
Dengan tajuk, “Satu
Tujuan Kita Tujuan Kita Satu” acara yang diinisiasi Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong
Pancasila itu dihadiri
Bambang Oeban, Imam Ma’arif, Cak Rohim dan diramaikan pula oleh pertunjukan
teater ANU yang berjudul “Pahlawan Tak Dikenal”. Acara puncak HUT RI 71 yang digagas  Gema Gong ini juga
dihadiri beberapa raja-raja, sultan, dan kepala suku yang ada di Nusantara.

“Acara ini digelar di tugu HKSN dan dihadiri beberapa ormas ormas di Jakarta dan perwakilan Nusantara, dan juga Gema
Gong Pancasila. HUT Proklamasi bangsa Indonesia jatuh pada 17 Agustus,
dan HUT RI yang jelas pada 18 Agustus, Janganlah merubah-rubah lagi
sejarah itu.  Sejarah itu tidak bisa dirubah-rubah karena sudah
terjadi,” tutur Wardi Jien, SH, pimpinan Majelis Gema Gong
Pancasila.
Dalam acara HUT RI ini hadir Ratu Kokoda. Dia menyampaikan, Gema Gong Pancasila adalah gerakan yang tempo hari dideklarasi di tempat ini setahun yang lalu. Ditambahkannya bahwa yang datang, bukan saja dari Kokoda,
namun dari Lampung, Lombok, Kutai, Toraja.
“Kami datang kemari untuk
sekaligus mempererat tali silaturahmi  bersama Gema Gong Pancasila,”
tukas Ratu yang berasal dari Papua ini
Menurutnya, bila mengingat sejarah dahulu,  Ratu Kokoda menyampaikan
kalau dahulu Ayahnya sendiri paling marah atau kesal kalau dipanggil
Papua. Bahkan bisa ditebas sama parang, kalau dipanggil itu. Karena
sebutan Papua itu dianggap atau konotasinya kurang bagus ketika itu,
namun karena perkembangan politik berlanjut sekitar di jaman era
pemerintahan Gus Dur disebut Papua dan diapun kini bangga disebut Papua.
Ratu Kokoda mengingatkan kepada pihak yang ingin memerdekakan diri dari NKRI. Menurutnya, kelompok yang dikenal dengan Gerakan Papua Merdeka atau OPM
itu tidak sesuai, karena NKRI harga mati.
“Itu tidak sesuai dengan yang
dicita citakan para pendiri bangsa, di mana kebetulan ayah saya sendiri
yang menyerahkan Irian Barat ke tanah pangkuan Republik Indonesia.
Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno bahkan memberikan nama Julukan “Jago Tua” dari Irian Barat, yang mana beliau juga anggota DPA,” jelasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 18 =

Rekomendasi Berita