by

Resensi Buku Percikan Hikmah di Jalan Hijrah

 

RADAR INDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Hijrah merupakan sebuah peristiwa ruhiyah terberat dan sekaligus bahagia  bagi individu yang mengalaminya. Sebuah proses transendental yang melampaui batas batas rasionalitas.

Judul Buku: Percikan Hikmah di Jalan Hijrah

Penulis: Annisa Hana

Penerbit: Al-Azhar Fresh Zone Publishing
Tahun Terbit: 2019

Harga: Rp35.000,-

Hijrah merupakan istilah yang khas dalam kehidupan umat Islam. Tak hanya soal berpindah tempat, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw saat hijrah dari Makkah ke Madinah, namun juga berubah secara pemikiran. Ya, hijrah bagi seorang muslim berarti memperbarui pemikiran, dari jahiliah menjadi Islam kaffah.

Artinya, hijrah adalah suatu proses menjadi lebih baik, yakni menjadi seorang muslim yang taat kepada Rabb-Nya secara sempurna. Adapun dalam prosesnya tersebut tentu saja membutuhkan pengorbanan karena seringkali menghadapi kerikil-kerikil ujian.

Buku “Percikan Hikmah di Jalan Hijrah” ini menyajikan pengalaman hijrah penulisnya, mulai dari awal berkenalan dengan aktivis dakwah kampus yang kemudian mengajaknya mengikuti kajian keislaman. Dari situlah perjalanan hijrahnya dimulai. Buku ini terdiri atas 7 bagian, bagian pertama “Indahnya Jatuh Cinta” menceritakan bagaimana penulis begitu merasa jatuh cinta pada Allah Swt, Sang Pemilik Jiwa.

Kemudian di bagian kedua “Lingkaran yang Mengubah Hidupku” menceritakan pengalaman penulis ketika mulai aktif dalam kajian Islam intensif. Kemudian bagian ke tiga “Hijabku Takwaku” membahas soal pengalaman penulis dalam mengenal hijab sempurna yang sesuai syariat. Di bagian ini, penulis juga menceritakan bagaimana ia bertahan di tengah ujian ketika dirinya berubah dalam penampilan.

Selanjutnya pada bagian “Tinggalkan Maksiat, Dekap Syariat” menceritakan bagaimana penulis berusaha menjadi muslimah seutuhnya. Kemudian bagian ke lima “Aku Bertakwa, Maka Aku Diuji”, penulis menceritakan serba-serbi ujian di jalan hijrah. Di bagian ” Menjadi Penyeru Taat, Siapa Takut?”

Penulis berbagi hikmah kepada pembaca bahwa konsekuensi dari hijrah tak hanya untuk kebaikan diri sendiri, namun juga harus dibagikan kepada yang lain. Ya, di bagian ini penulis menginspirasi pembaca untuk menjadi agen-agen perubahan di tengah umat. Kemudian di bagian terakhir “Akhirnya Kutemukan Sebelah Sayapku”, penulis menceritakan pertemuannya dengan sang suami lewat jalan syar’i. Pernikahan mereka menjadikan langkah hijrah kian kokoh.

Salah satu quotes penulis pada bagian ini yang paling berkesan, yakni ” Adalah sebuah kebahagiaan yang tak mampu terlukiskan oleh kata, tatkala kita menemukan sebelah sayap kita yang dengannya kita mampu terbang lebih tinggi, melesat dalam taat.”

Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan dengan gaya bercerita ini, membuat buku ini sangat menyentuh. Pemaparannya yang sistematis, menjadikan buku ini begitu enak dibaca, mengalir dan membawa pembacanya menyelami setiap peristiwa yang diceritakan. Buku ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan, khususnya bagi mereka yang tengah menapaki jalan hijrah.[]

Comment