Ribuan Warga Makassar Konvoi Suarakan Kemerdekaan Palestina

Daerah, Sulsel1106 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – Ribuan warga Sulawesi Selatan ikut ambil bagian dalam aksi Indonesia Peace Convoy: Road to Freedom for Palestine yang digelar di Kota Makassar, Jumat, 4 Juli 2025.

Aksi ini dilakukan dalam bentuk konvoi kendaraan roda dua dan roda empat. Rute dimulai dari depan Masjid Baiturrahman, Jalan Urip Sumoharjo, lalu melintasi kawasan Pantai Losari, dan berakhir di pelataran parkir Masjid Kubah 99 Asmaul Husnah, Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Metro Tanjung Bunga — salah satu ikon terbaru Kota Makassar.

Lautan massa memenuhi sejumlah ruas jalan protokol. Peserta konvoi membawa dan mengenakan atribut Palestina seperti bendera, syal, dan topi sebagai bentuk solidaritas. Sebuah mobil tronton lengkap dengan pengeras suara memimpin jalannya konvoi, memberikan komando dan semangat bagi peserta.

Tak ketinggalan, sejumlah ambulans dari berbagai lembaga zakat dan kemanusiaan turut serta, dengan sirene menyala sebagai simbol kepedihan dan kondisi darurat yang terus dialami rakyat Palestina.

Setibanya di lokasi akhir, orasi dibuka oleh dai muda Saad Muchtar. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa membela Palestina adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan dan sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia.

“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tegasnya, mengutip Pembukaan UUD 1945.

Aksi ini juga diwarnai pembacaan puisi oleh Aslam, dari Ikatan Penulis Muslim Indonesia. Puisi yang ia bacakan berhasil menyentuh hati para peserta karena menggambarkan secara mendalam penderitaan rakyat Palestina.

Sementara itu, penggagas Indonesia Peace Convoy, KH. Bachtiar Nasir (UBN), menyatakan bahwa dunia internasional kini semakin berpihak kepada Palestina.

“Seluruh anggota PBB bahkan sepakat menyetujui keanggotaan Palestina. Ini bukti bahwa Palestina secara de facto sudah merdeka,” ujar UBN.

Namun, lanjutnya, kemerdekaan tanpa kedaulatan tidaklah cukup. “Sama seperti di Indonesia, apa artinya merdeka kalau tanah dan air kita masih dikuasai oligarki?” tandasnya.

UBN juga menyerukan agar aksi-aksi semacam ini menjadi energi dan dukungan moral bagi Presiden Prabowo Subianto, Ketua MPR, dan Ketua DPR RI untuk terus berpihak kepada perjuangan rakyat Palestina dan melawan segala bentuk kezaliman.

Menutup orasinya, UBN menantang generasi muda Sulsel dan para pejuang keadilan untuk suatu saat berlayar menembus blokade Gaza — bahkan jika harus dengan perahu tradisional phinisi — sebagai bentuk solidaritas nyata bagi rakyat Palestina.[]

Comment