Rif’atus Sholihah: Indonesia, Negara Santai? Kenapa?

Berita1860 Views
 Rif’atus Sholihah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia kini menduduki posisi pertama negara santai di dunia, dibuktikan dalam Lastminute.com, menuliskan bahwa Indonesia sebagai Negara Paling Santai di Dunia, atau Most Chilled Out Countries in The World. Penelitian ini berdasarkan data bahwa Indonesia memiliki garis pantai yang panjangnya lebih dari 88 ribu kilometer. Selain itu, tropis Indonesia berada di posisi pertama, sebagian berkat spa dan pusat kebugarannya. Ada lebih dari 186 ruang hijau dan memiliki suhu rata-rata 25 derajat Celcius dan 54.716 mil dari garis pantai. 
Hal yang wajar bila itu terjadi pada Indonesia karena sebagai negara kepulauan dengan Sumber Daya Alam (SDA) berlimpah, Indonesia sering kali diperkirakan bakal menjadi salah satu negara maju di masa mendatang. Indonesia merupakan negara pemilik minyak, batu bara, gas alam, emas, nikel, tembaga dan berbagai komoditas lain yang diminatu pasar internasional. 
“Itu perkiraan nilai cadangan terbukti dari minyak, gas, batubara, tembaga, emas, nikel, perak dan seterusnya dengan asumsi tidak ditemukan cadangan baru lagi. Ini yang ketemu saja di perut bumi, nilainya saat ini sekitar Rp 200 ribu triliun,” ungkap pengamat energi Kurtubi saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Dengan adanya kerjasma Indonesia dengan sejumlah investor asing dalam penggalian SDA tersebut, kekayaan Indonesia ditaksir mencapai Rp 100 ribu triliun dengan asumsi porsi pembagian rata sebesar 50:50. (https://m.liputan6.com/bisnis/read/812149/indonesia-punya-kekayaan-sda-hingga-rp-200-ribu-triliun) 
Tak sebatas dari sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia belaka, namun sumber daya manusia juga tak kalah melimpahnya. Jumlah sumber daya manusia di Indonesia mayoritas beragama Islam, hasil sensus pada 2010 Indonesia memang menempati urutan teratas sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Dunia. Pada tahun itu tercatat 209,1 juta jiwa lebih penduduk Indonesia merupakan muslim. Disisi lain, kondisi di Indonesia untuk persatuan umat Islam mulai muncul sinyal yang berawal dari aksi 212. Ghirah untuk persatuan umat Islam dan perubahan tata pemerintahan terjalin semakin erat pasca aksi 212 serta tepat terjadi ditahun politik ini. 
Luar biasa potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Siapakah yang tak mau memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin? Pastinya, ada pihak yang memaksimalkan ini semuanya. Bila kita cermati, ada pihak yang berupaya keras untuk memanfaatkan potensi Indonesia, yaitu dengan memberikan perhargaan kepada Indonesia sebagai negara santai di dunia, bukanlah sebuah pemberian perhargaan belaka, namun ternyata terdapat pula sebuah kepentingan yang membersamainya. Tampak jelas, terlihat bentuk propagandakan Indonesia sebagai negara destinasi pariwisata terbaik. 
Dengan memunculkan propaganda destinasi pariwisata terbaik, akan membuat masifnya proses liberalisasi dan sekulerisasi yang akan berdampak pada memandulkan potensi sumber daya manusia dalam persatuan umat Islam dan perubahan tata pemerintahan. Mereka, dapat teralihkan oleh pariwisata yang dipaparkan, memalingkan fokus umat Islam dalam persatuan umat Islam dan perubahan tata pemerintahan. Sehingga, ketika ini yang terjadi maka akan menjadikan terpalingkan fokus umat Islam, secara perlahan merenggangkan persatuan umat Islam dan perubahan tata pemerintahan. Maka, kita harus mewaspadai pergerakkan ini dan bersama-sama berupaya dalam membangun kesadaran ideologis umat dan upaya penyadaran bahwa ini merupakan penjajahan pemikiran pada negara mayoritas islam 

Penulis adalah Mahasiswi S1 Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya

Comment