by

Rina Tresna Sari, S.Pdi: Akibat Kapitalistik, Kehormatan Remaja Tergadai Hal Biasa

Rina Tresna Sari, S.Pdi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sebagai seorang ibu yang memiliki anak gadis, di zaman sekarang tentunya selalu diselimuti rasa was-was. Bagaimana tidak? Di zaman kapitalis kini, berkedok globalisasi,  anak-anak remaja kini tak sedikit terpengaruh dengan gaya hidup kaum hedonis yag begitu menghamgba dan cinta dunia. 
Ingin memakai barang serba branded, bahkan mereka gelap mata melakukan hal-hal yang dilarang agama demi membiayai gaya hidupnya. Seperti yang terjadi pada Fela, seorang gadis asal indonesia yang menjadi tranding google minggu ini. 
Bagaimana tidak? Ulah gadis ini sungguh menyita perhatian banyak orang. Pasalnya, Fela mengadakan lelang keperawanan seharga 19 miliar. Berbicara khusus kepada Tribunnews, Fela mengungkapkan seperti apa sosoknya. Ia mengaku bahwa dirinya hanyalah gadis sederhana yang berasal dari Indonesia.
“Saya hanya gadis sederhana dan bukan dari orang kaya. Uang hanya ditujukan dan mau dipakai untuk mendukung keluarga saya. Keluarga kami adalah keluarga yang biasa, punya rumah punya mobil, hanya ingin jadi independen hidup saya. Itu saja, dari pada saya berikan keperawanan yang kemudian meninggalkan hidup saya nantinya,” kata Fela mengungkapkan tujuan menjual keperawanannya kepada Tribunnews.com, tahun lalu.
Gadis yang hobi bermain bulutangkis ini bahkan telah disertifikasi oleh dokter keperawanannya.”Keperawanan Fela telah diperiksa dokter dan telah ada sertifikatnya,” kata sebuah sumber dikutip dari Surya Malang.
Sebagaimana dilansir TribunNews.com-masih dalam wawancara ekslusif dengan Tribunnews, Fela menjual keperawanan kepada pembeli tertinggi sedikitnya 100.000 euro atau setara Rp 1,7 miliar sebagai tawaran lelang pertamanya.
“Ini adalah penawaran warga Indonesia yang pertama kali dilakukan oleh Cinderella Escorts, jasa perantara penjual keperawanan berbagai wanita di dunia,” kata sumber Tribunnews.com dari Cinderella Escorts, Senin (10/9/2018)
Sungguh ironi sekali. Sistem demokrasi sekuler yang standar perbuatan itu berdasarkan azas manfaat, hal yang dilakukan Fela dinilai sebagai prestasi karena harga lelang keperawanannya sangatlah tinggi. Padahal itu adalah dosa besar. punya wajah cantik dijadikan sebagai modal dengan melelang keperawanya. 
Untuk gaya hidup matrealistik tanpa menghiraukan itu haram di mata Allah. Itulah kebokbrokan sistem demokrasi yang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya, padahal sejatinya kita harus ingat bahwa setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Hanya sistem Islam yg mampu melindungi manusia dari kerusakan dunia akhirat. Wallahu’alam bishowab.[]

Penulis adalah seorang guru dan anggota AMK Bandung

Comment

Rekomendasi Berita