RISEAP, Wanita Islam, dan DDII Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Muslim Internasional

Internasional120 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Regional Islamic Da’wah Council for South-East Asia Pacific (RISEAP) bersama Wanita Islam dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menggelar International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 12 Mei 2026. Kegiatan berlangsung hingga 21 Mei 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 21 peserta dari 11 negara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Filipina, Singapura, Maladewa, Kamboja, dan Hong Kong.

Melalui kegiatan itu, RISEAP, Wanita Islam, dan DDII menyatakan komitmennya untuk mencetak dai muda profesional yang mampu menjawab tantangan dakwah modern dengan pendekatan kontekstual, adaptif, dan relevan dengan perkembangan dunia digital serta dinamika masyarakat global.

Ketua panitia, Hanip Pujiati, menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta dan mengajak mereka mengenal Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim yang memiliki keragaman budaya.

“Kami ucapkan selamat datang di Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim yang penuh keramahan dan keberagaman. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan Islam di negara asal masing-masing peserta,” ujar Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Wanita Islam tersebut.

Selama 10 hari pelatihan, peserta akan mengikuti berbagai materi strategis, mulai dari kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, dakwah digital, manajemen organisasi, hingga isu-isu global kontemporer.

Kegiatan dikemas dalam bentuk seminar, diskusi kelompok, presentasi, simulasi dakwah, dan pertukaran pengalaman antarnegara.

Menurut Hanip, metode interaktif dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan jejaring dan pengalaman praktik dakwah di tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua Umum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa, mengatakan pelatihan tersebut bukan sekadar forum pertemuan pemuda Muslim dari berbagai negara, melainkan ruang pembentukan karakter dan kapasitas dai profesional.

“Kegiatan ini bukan pertemuan internasional biasa, tetapi ruang pembentukan karakter dan kapasitas dai yang mampu hadir di tengah masyarakat global dengan pendekatan moderat, inklusif, dan adaptif,” kata Marfuah.

Ia menambahkan, sesi diskusi internasional menjadi salah satu agenda penting dalam pelatihan tersebut. Peserta dari negara dengan populasi Muslim minoritas, kata dia, berbagi pengalaman mengenai keterbatasan fasilitas pendidikan Islam, stereotip terhadap umat Islam, hingga tantangan penguatan identitas generasi muda Muslim.

Dengan keberagaman peserta dari 11 negara, pelatihan itu diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus memperkuat jejaring kepemudaan Islam internasional.

Indonesia sebagai tuan rumah juga dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan dakwah moderat di kawasan Asia Pasifik. International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 disebut tidak hanya menjadi agenda pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya melahirkan dai muda profesional yang siap menghadapi tantangan global.

Dukungan RISEAP, Wanita Islam, dan DDII diharapkan dapat memperkuat dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tingkat internasional.[]

Comment