by

Saifuddin Aswari, Mantan Jagoan Yang Jadi Bupati Sumsel

Bupati Sumatera Selatan, Saifuddin Aswari saat bincang-bincang dengan wartawan di Balai Sarwono, Jakarta Selatan.[Suroto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Saifuddin Aswari merupakan satu dari tiga Bupati yang memperoleh penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah. Namun begitu, menurut Bupati yang juga mantan jagoan ini, dirinya tidak menyangka untuk mendapatkan penghargaan dari Jokowi. Ini diungkapkannya saat bincang-bincang di Balai Sarwono, Jl. Madrasah 14 Jeruk Purut Jakarta Selatan, Selasa (16/8).

“Ini bukti masyarakat Kabupaten Lahat sayang sama kami, dan penghargaan ini adalah bukti jawaban rasa sayang masyarakat kepada kami,” Ujar Aswari.

Sejak terpilih sebagai Bupati di Kabupaten Lahat pada 2008, Kabupaten Lahat hanya mendapatkan anggaran APBD sebesar 700 miliar, dan defisit Rp 80 miliar. Dengan anggaran yang minim tersebut, Aswari tidak menyerah untuk membangun daerahnya yang termasuk  ketegori tertinggal.


“Kabupaten Lahat adalah kabupaten kecil dari 17 kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Kabupaten Lahat sendiri sudah dua kali pemekaran, yang pertama Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Nawang,” ungkapnya dalam dialog yang dipandu Pemimpin Redaksi INDONEWS.ID, Asri Hadi.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya putus asa dan kehilangan optimisme. Aswari terus membangun Kabupaten Lahat yang terdiri dari 367 Desa, 17 Kelurahan, dan 22 Kecamatan ini. Aswari memimpin kabupaten yang memiliki 80 persen berprofesi petani ini dengan visi jauh ke depan.

Ketika terpilih pada 2008, masyarakat meminta Aswari agar mewujudkan program listri masuk desa. Akhirnya, melihat potensi sumber daya alam (SDA) batu bara, Pemkab Lahat di bawah Saifuddin membuat kebijakan yang berbeda dengan bupati sebelumnya. Pasalnya, batu bara yang dimilki Lahat diolah menjadi sumber energi listrik yang mengaliri desa yang berada di seluruh Kabupaten Lahat.

“Lahat 8 tahun lalu hanya dialiri aliran listrik sekitar 40 persen, tapi kini sekitar 95 sampai 99 persen,”ungkapnya. Bahkan, listrik yang dimiliki Lahat dijual ke daerah Padang, Sumatera Barat, dan daerah lainnya.

Meski demikian, Aswari mengakui, masalah instalasi masih menjadi salah satu kendala masuknya listri hingga pelosok daerah. Karena itu, dari 156 mega watt yang ada baru separuh terserap PLN. Hal tersebut, katanya, karena terkendala infrastruktur transmisi yang sudah tua. “Kita butuh beberapa tahun lagi untuk memperbaiki itu,”katanya di hadapan puluhan wartawan media cetak, online, dan elektronik.

Dia mengatakan, Lahat memiliki infrastruktur jalan sekitar 1.800 kilo meter yang terbagi menjadi jalan negara, provinsi, kabupaten, dan desa. “Tapi sekitar 75 persen adalah jalan desa, dan baru 80 persen yang sudah baik, dan 20 persen lagi masih pembenahan. Hal ini karena jalan-jalan di tengah perkebunan perusahaan swasta. Dengan mayoritas penduduk kami petani maka masalah jalan adalah sangat penting,”ungkapnya.

Aswari mengatakan, dalam sisa waktu 2 tahun jabatannya, dia akan fokus memperbaiki 20 persen jalan yang masih memprihatinkan, dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan swata.

Walaupun Kabupaten Lahat tidak memiliki mercusuar, gedung tinggi, dan sarana dan prasarana yang hebat, tetapi dengan bantuan perusahaan swasta, Lahat terus menata diri menjadi lebih baik.

Program kerjapun digelar, Aswari melakukan terobosan dan kerja kreatif dengan pihak lain yang juga melibatkan warga setempat. Upaya tersebut berhasil menaikkan APBD dari besaran 700 miliar hingga tembus angka 2 Triliun di tahun 2016. Namun begitu, Aswari akui masih ada kekurangan yang harus dibenahi. Banyak ekspektasi masyarakat yang belum terrealisir karena menurutnya pemerintah Kabupaten harus menempuh skala prioritas.


Selain berhasil dalam APBD, Aswari juga berhasil membangun infrastruktur khususnya jalan sepanjang 8000 Km dengan anggaran swadaya masyarakat. “Untuk infrastruktur ini baru terrealisir 80%” ujarnya. Prestasi inilah yang membuat mantan Jagoan ini mendapatkan penghargaan bintang jasa utama dari pemerintah Republik Indoesia. Untuk penghargaan ini,  Aswari sama sekali tidak menduganya.
“Penghargaan ini di luar dugaan saya. Tanggal 10 saya dihubungi, untuk tidak kemana-mana karena saya mendapat nominasi penghargaan. Yang mengejutkan penghargaan itu dapat dari Pemerintah Pusat, saya tidak menyangka penghargaan sebesar ini,”kata Saifuddin Aswari yang juga direktur PT. Cendrawasih Bungsu ini. [GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 1 =

Rekomendasi Berita