by

Hasto Wardoyo Bupati Kulon Progo Bela Ekonomi Kerakyatan

Hasto Wardoyo.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam acara bincang-bincang bersama 3 Bupati penerima Penghargaan Jasa Utama dari pemerintah di Balai Sarwono, Jalan Madrasah 14, Jakarta Selasa (16/8) HastoWardoyo menjelaskan seputar pemberdayaan daerah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Ide dan gagasan yang menarik terkait ekonomi kerakyatan yang dilakukan adalah menjadikan minimarket seperti Alfa Mart dan Indomart yang ada di Kulon Progo milik rakyat yang disebutnya TOMIRA alias Toko Milik Rakyat yang kini berjumlah 14 Toko di Kabupaten Kulon Progo.

Bupati yang juga seorang dokter kandungan ini pun mengembangkan sisi ekonomi kerakyatan dengan menggiatkan kerajinan batik di masayarakat. Kini masyarakat Kabupaten Kulon Progo telah memiliki ciri khas batik sendiri yang kemudian dibunakan oleh dan dari masyarakat termasuk perkantoran dan pendidikan. Ini tentu saja akan menghidupkan perekonomian rakyat dan meningkatkan kesejahteraan warga.


Selain itu, Hasto yang masih terjun ke lapangan membantu kelahiran warga ini, membuat terobosan dengan membuat dan memproduksi air minuman lokal dengan nama Airku yang kini menguasai 1/4 ceruk pasardi Kabupaten Kulon Progo.

Gagasan lain yang diungkapkan dalam acara bincang-bincang bersama wartawan di Balai Sarwono, Selasa (16/8) itu adalah seputar kebijakan mewajibkan PNS membeli beras yang diproduksi oleh petani Kulon Progo dengan melakukan kemitraan dengan Bulog.

“Beras raskin yang dikelola Bulog setempat, kini menggunakan beras produksi petani Kulonprogo. dengan nama, Rasda, beras daerah.” Ujar Dokter kandungan ini.

Kebijakan Hasto tentu sangat mendukung model ekonomi kerakyatan yang selama ini digaungkan.

“Semua harus kembali kepada rakyat bukan kepada pengusaha besar.” Imbuhnya.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =

Rekomendasi Berita