by

Semeru Erupsi, 13  Warga Meninggal Dan 38 Luka Luka Akibat Abu  Panas Vulkanik 

-Berita-57 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, LUMAJANG – Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi,  Sabtu (4/12/2021) sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat erupsi tersebut setidaknya terdapat 5 desa yang terdampak secara langsung yakni, Pronojiwo, Supit Urang, Sumber Wuluh, Candi Puro dan Curah Kobokan. Dampak yang paling parah terdapat di desa Curah Kobokan dan Supit Urang. Mulai dari banjir lahar dingin, awan panas dan abu vulkanik.

Seluruh aktivitas warga lumpuh. Bahkan jembatan piket nol yang terletak di desa Sumber Wuluh sebagai jalur lalu lintas nasional terputus, sehingga otomatis rute jalur lalu lintas antar kota mandek total.

Plt Pusdatin BNPB Lumajang, Minggu (5/12/2021) menyampaikan sekitar 13 orang meninggal dan dua jenazah sudah teridentifikasi.

Menurut  Iswahyudi, salah seorang Relawan Pesantren Quran Indonesia, kondisi terbaru di titik lokasi, Minggu (5/12/2021) sekitar pukul 10.30 WIB, gunung Semeru kembali mengeluarkan abu vulkanik sehingga tim relawan diminta untuk turun.

“Semua warga maupun relawan yang masih berada di sekitar Bon Seket diminta untuk mengosongkan wilayah tersebut untuk menghindari erupsi susulan.”  ungkap Iswahyudi melalui sambungan selular, Minggi (5/12/2021).

Ia menambahkan, banyak titik kejadian yang belum bisa dievakuasi karena kondisi tanah panas dan gembur sehingga sangat berbahaya jika diinjak. Hingga detik ini jumlah korban jiwa belum bisa dipastikan.

“Besar kemungkinan korban masih terus bertambah, baik korban meninggal, luka parah maupun luka ringan. Tak sedikit pula warga dan penambang yang belum diketemukan.” Ujarnya.

Beberapa Puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Candi Puro dan Puskesmas Penanggal penuh untuk evakuasi korban bahkan tidak mampu menampung banyaknya korban yang terus berjatuhan, hingga meluas ke Rumah Sakit Pasirian dan Rumah Sakit Lumajang untuk korban dengan luka berat.

Berikut data sementara korban luka bakar abu vulkanik erupsi gunung semeru dari Puskesmas Penanggal, Candi Puro:

1. Lira Firna, 19th, alamat Dsn. Kajar Kuning
2. Purwanto, 41th, alamat Dsn. Curah Kobokan
3. Wildan, 17th, alamat Dsn. Curah Kobokan
4. Luluk Susilowati, 41th, alamat Dsn. Curah Kobokan
5. Dur Jumadi, 70th, alamat Dsn. Curah Kobokan
6. Alvin, 14th, alamat Dsn. Curah Kobokan
7. Mustakin, 28th, alamat Dsn. Curah Kobokan
8. Suwati, 38th, alamat Dsn. Curah Kobokan
9. Rita, 23th, alamat Dsn. Curah Kobokan
10. Titin, 23th, alamat Dsn. Curah Kobokan
11. Haliwan, 26th, alamat Dsn. Curah Kobokan
12. M. Zaeful, 11th, alamat Dsn. Curah Kobokan
13. Ngatiman, 27th, alamat Dsn. Curah Kobokan
14. Senimin, 40th, alamat Dsn. Curah Kobokan
15. Haris, 33th, alamat Dsn. Curah Kobokan
16. Samsul, 32th, alamat Dsn. Curah Kobokan
17. Rahma Amalia, 13th, alamat Dsn. Curah Kobokan
18. Ngatinem, 70th, alamat Dsn. Curah Kobokan
19. Hasan, 22th, alamat Ds. Supiturang
20. Hami, 70th, alamat Ds. Supiturang
21. Suli, 50th, alamat Ds. Supiturang (Rujuk RSUD dr. Haryoto)
22. Mesini, 71th, Dsn. Curah Kobokan
23. Samsul Arifin, 39th, alamat Ds. Supiturang
24. Roni, 29th, alamat Ds. Supiturang
25. M. Idris, 37th, alamat Ds. Supiturang
26. Rianto, 30th, alamat Ds. Sumbermujur
27. Giarti, 55th, alamat Dsn. Curah Kobokan
28. Siswanto, 73th, alamat Dsn. Curah Kobokan
29. Semi, 40th, alamat Dsn. Curah Kobokan
30. Adi, 35th, Ds. Sumberurip (Rujuk RSUD dr. Haryoto)
31. Sudi, 34th, alamat Ds. Supiturang
32. Sukri, 100th, alamat Dsn. Curah Kobokan
33. Hermanto, 24th, Ds. Wonocempokoayu (Rujuk RSUD Pasirian)
34. Ngatina/Ani, alamat Dsn. Curah Kobokan
35. Bawon Triono, 33th, alamat Dsn. Curah Kobokan (Rujuk RSUD dr. Haryoto)
36. Selamet, 40th, alamat Dsn. Curah Kobokan
37. Misini, alamat Dsn. Curah Kobokan (Rujuk RSUD dr. Haryoto)
38. Sami, alamat Dsn. Curah Kobokan

Beta Arin salah seorang warga yang tinggal di Penanggal, tidak jauh dari lokasi kejadian menyampaikan keresahan warga sekitar. Menurutnya, sebenernya erupsi Gunung Semeru bukan yang pertama, setahun yang lalu tepat di Bulan Desember, Gunung Semeru juga mengalami erupsi namun tidak sedahsyat yang sekarang.

“Warga sekitar mengeluhkan aktifitas rumah pantau yang terletak di Gunung Sawur yang semestinya bisa memberikan informasi Ter update gunung Semeru. Menurutnya aktifitas rumah pantau tersebut tidak lagi aktif,” ujar Beta Arin.

Kondisi terkini, tambah Beta Arin, bantuan di pengungsian Balai Desa Penanggal, Balai Desa Candi Puro, hingga meluas ke Balai Desa Pasirian juga rumah-rumah warga, masjid dan lapangan sudah berdatangan.

“Alhamdulillah dari sisi bantuan makanan sudah banyak berdatangan, mungkin sekarang masih banyak dibutuhkan bantuan berupa pakaian, selimut juga dana bagi para korban.” ujarnya.

Beta berharap banyak bantuan donasi dari seluruh warga sekitar juga seluruh warga Indonesia untuk sesama saudara yang terdampak bencana.

“Kami berharap bencana ini menjadi evaluasi sekaligus muhasabah kita bersama di akhir tahun ini dan semoga tahun depan kejadian serupa tidak terulang kembali dan kita semua terhindar dari segala bencana dan marabahaya. Semoga Allah ampuni segala dosa masyarakat yang gugur dalam peristiwa ini dan Allah luaskan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan.” Imbuhnya. [Puput]

 

Comment