by

Sempurnakan Kebahagiaanmu Dengan Mengukir Senyum Orang Lain

Ilustrasi:radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bahagia adalah pilihan, setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk
memaknainya. Mungkin kamu adalah seseorang yang memaknai bahagia dengan
menyesap satu cangkir coklat hangat dengan ditemani musik yang mengalun
lembut. Atau yang cukup bahagia dengan menikmati makan makanan enak
tanpa panik dengan berat badan yang bertambah. Atau kamu tipe yang
bahagia cukup duduk seharian seorang diri di taman sambil melihat orang
sekitar berlalu-lalang dengan pikirannya masing-masing. Karena
sebenarnya, bahagia adalah satu hal yang personal.
Kebahagiaan
adalah sesuatu yang personal. Tidak ada yang berhak mengukur dan
menyamaratakan kebahagiaan harus sama dengan yang lain. Maka tidak heran
jika terkadang, kamu sibuk memikirkan kebahagiaan diri sendiri, tanpa
khawatir dengan orang lain. Seringkali rasa bahagia itu egois. Tapi
apakah benar, kamu sibuk dengan kebahagiaanmu tanpa memperhatikan
kebahagiaan orang lain. Tidak peduli, apakah orang yang menyayangi sudah
benar-benar bahagia dan tersenyum.
Saat
semua sibuk menyenangkan dirinya sendiri, mengapa kamu tidak ingin
mencoba membahagiakan orang lain? Bukan sepenuhnya membahagiakan orang
lain, kemudian melupakan kebahagiaan kamu sendiri. Bukan membahagiakan
yang seperti itu. Akan tetapi mencoba membahagiakan orang lain dengan
mengajaknya menjadi bagian kebahagiaan yang kamu rasakan. Ladies,
kebahagiaan yang sempurna adalah membuat kamu merasa senang, tapi juga
mengukir senyum bagi orang lain. Apakah itu mungkin? Hmm, tentu saja
mungkin.
Saat kamu selesai dengan
urusan kamu. Setelah kamu memuaskan dirimu dengan kebahagiaan kamu. Maka
pikirkan kebahagiaan orang lain juga, terutama orang-orang yang dekat
denganmu. Mulai dengan hal sederhana, seperti membuat keputusan yang
sebisa mungkin tidak egois. Jika memang keputusan kamu melibatkan orang
lain, setidaknya buatlah keputusan itu tidak menyakiti orang lain.
Rasa
bahagia setiap orang memang berbeda. Dan yang terpenting, kamu tidak
mungkin bisa membahagiakan semua orang. Pilihan kamu mungkin akan
menyakiti, mungkin akan membuat orang lain kecewa. Tapi buatlah
keputusan yang dapat melegakan semua orang. Bukankah semua orang berhak
memiliki kebahagiaan menurut versinya masing-masing? Jadi, apakah hari
ini kamu sudah bahagia dan sudah mengukir senyum orang lain?[vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =

Rekomendasi Berita