Setelah Perda Syariah, Grace Natalie Kini Mencibir Poligami

Berita1162 Views
Leni Agustin
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Belum lama ini Grace Natalie, ketum PSI menyatakan bahwa partai yang diusungnya  menolak Perda syariat di Indonesia. Kali ini Grace kembali membuat pernyataan nyinyir terkait dengan poligami.

“PSI tidak akan pernah mendukung poligami, tak akan ada kader, pengurus dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami.” Ungkap Grace dalam pidato politiknya di Festival 11, yang diselenggarakan di Jatim Ekspo, Surabaya pada 11 Desember 2018 lalu. Dilansir dari tribunjatim.com

Grace kemudian menunjukkan hasil riset LBH APIK yang menunjukkan praktik poligami menyebabkan ketidakadilan dan berujung pada kekerasan dalam rumah tangga hingga anak menjadi korban.

Geli dan menggelitik, seakan syariat islam menindas kaum perempuan, digambarkan sedemikian rupa agar lebih dramatis dan para pendukung bersorak sorai untuk ikut dalam kejahilannya.

Poligami solusi islami

Tidak ada persoalan yang tidak diatur oleh Islam,  pun perihal pernikahan. Ayat yang menunjukkan kebolehan Poligami sudah jelas di dalam Al-Qur’an surat an-nisa ayat ke-3. Sarat dan ketentuan berlaku untuk hal ini, karena pemberian taklif (beban) diluar kemampuan adalah termasuk kezaliman. Sehingga mereka yang tidak mampu, cukup dengan satu istri.

Adapun problem-problem yang muncul sehingga seorang lelaki perlu diberi solusi Poligami yaitu:

1. Ada tabiat-tabiat yang tidak biasa pada laki-laki, yaitu tidak puas dengan satu orang istri. Sehingga dikhawatirkan berdampak buruk pada istri, atau ditakutkan perzinahan. Sehingga poligami menjadi solusi untuk pemenuhan naluri yang halal.

2. Istri yang mandul, namun suami sangat mencintainya dan sebaliknya sang istri. Maka agar laki-laki tidak terhalang untuk memiliki keturunan yang didambakan pintu untuk menikah lagi terbuka untuknya.

3. Istri yang sakit sehingga tidak dapat melakukan hubungan suami istri, mengurus anggota keluarga dan rumah.

4. Ketidak seimbangan angka kelahiran laki-laki dan perempuan di wilayah tertentu yang nyaris melanda sebagian besar bangsa dan umat di dunia. Populasi perempuan lebih banyak daripada laki-laki. 

Jika poligami dihalangi maka yang terjadi justru banyak wanita-wanita simpan dan perzinahan. Sementara Islam melarang keras yang demikian.

Namun, kembali Islam disudutkan oleh kaum sekuler, mereka menjadikan poligami sebagai alat untuk menikam Islam. Dan sebagian kaum muslimin juga ikut-ikutan bahkan mengiyakan suara kaum liberal. 

Umat harus sadar bahwa yang dipuji adalah yang baik di mata Allah, dan sesuatu yang buruk adalah buruk di mata Allah. Wallahu a’alam.[]

Comment