Siti Rahmah: One Man Show

Berita1443 Views
Siti Rahmah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hai kamu generasi millenial, iya kamu yang dengan segudang potensi yang kamu miliki kamu bisa meraih prestasi terbaikmu. Iya donk kamu kan menyimpan banyak potensi dalam diri kamu. Tinggal kamu mengenali potensimu, mengeksplorenya kemudian mengaplikasi supaya bisa dirasakan manfaatnya sama ummat (masyarakat banyak). Pertanyaannya kemudian bagaimana caranya supaya kita bisa mengenali potensi diri? 
Yups tentu saja ini penting, sebagai langkah awal maka kamu harus mampu mengenali potensi dirimu. Namun sebelumnya kamu harus tau dulu apa sich potensi itu? Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, potensi memiliki arti kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya. 
Potensi juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang abstrak yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan bisa dilihat dengan ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah sesuatu yang tidak jelas yang Allah berikan kepada setiap individu dan cara melihat ketidakjelasannya adalah melalui belajar. Baik belajar dilembaga pendidikan, seperti sekolah, mengikuti berbagai macam les, home schooling dan masih banyak tempat yang lain yang membuat bakat kamu semakin berkembang. 
Langkah penting dalam menemukan potensinya adalah dengan memahami hakikat dirimu. Kenali dirimu, kenali keburukan dan kebaikanmu. Sebagai ciptaan (makhluk) tentu manusia berbeda dengan penciptanya. Penciptanya sempurna, manusia tidak sempurna. Manusia memiliki banyak kekurangan, manusia lemah dan terbatas. Buktinya sehebat apapun manusia, dia pasti memiliki kekurangan. Sehingga tidak ada seorangpun manusia yang mampu hidup sendiri, dia pasti membutuhkan ornglain. Oleh karenanya manusia disebut makhluk sosial. 
Mulai dari manusia itu lahir, dia sangat lemah, tidak mampu melakukan apapun walaupun untuk dirinya sendiri. Sehingga Allah tiupkan kasih sayang pada kedua orangtuamu. Kedua orangtuamu lah yang kemudian menjadi malaikatmu di bumi ini. Dia merawatmu dengan penuh kasih sayang, dia menjagamu walaupun dirinya sendiri harus terjaga sepanjang malam. Orangtuamu lah yang melindungimu dari berbagai ketidak nyamanan, kejahatan, dan keburukan. Dia tidak akan membiarkan sesuatupun menyakitimu dan melukaimu waualupun itu seekor nyamuk.
Dia menjagamu sampai akhirnya kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Dia mengenalkan dan mengajarkan berbagai hal sampai akhirnya kau benar-benar memahmai arti kehidupan dan kaupun mampu membentangkan sayapmu untuk terbang meraih impian. Namun, disadari atau tidak dalam setiap  episode kehidupanmu. Kamu tidak pernah berjalan sendirian, kamu senantiasa berada disekitar manusia lainnya yang membantumu mewujudkan kesuksesan.
Misal ketika kamu berada dibangku sekolah, segimanapun cerdasnya  kamu. Kamu tidak akan bisa sendiri, kamu tetap membutuhkan sahabat yang mendukungmu. Atau bahkan keberadaan lawan sebagai kompetitorpun dia begitu berarti karena keberadaannya kamu bisa mengetahui kehebatanmu. Begitupun dengan jasa guru-gurumu dan orang-orang yang berada disekitar hidupmu, yang mmberikan pengaruh dalam hidupmu. Maka semua itu adalah bentuk dan bukti kamu tidak bisa sendiri kamu butuh orang lain.
Beranjak dewasa, kamu mungkin mulai mengenal dan memasuki jamaah, kelompok, organisasi dan Kepartian. Baik organisasi sosial kemanusiaan maupun organisasi sosial keagamaan. Pun dengan kepartian, baik partai politik pragmatis maupun partai politik yang shohih. Yang semua itu mengharuskan kamu berada dalam sebuah jamaah atau kelompok yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan terdiri dari berbagai macam karakter individu. Mungkin diantaranya ada karakter yang cocok dengan kamu, namun tidak menutup kemungkinan kamu bertemu dengan karakter yang bersebrangan dengan kamu. 
Begitupun dengan potensi, banyak kepala tentu banyak perbedaan. Beda potensi, beda susut Pandang, beda kemampuan, beda latar belakang.  Nah disinilah pentingnya kamu memposisikan diri, jangan sampai dengan segudang potensi yang kamu miliki kamu menjadi makhluk yang one man show. Semuanya kamu yang handle, semua kamu kerjakan sendiri. Kamu merasa multi talenta serba bisa sehingga kamu tidak memberikan kesempatan dan kepercayaan pada oranglain.
Hal in tentu bahaya, bukan hanya sekedar bahaya ketika dalam sebuah kelompok, partai dan organisasi. Tapi bahaya juga ketika kamu mulai memasuki dunia kerja, yang harusnya timwork itu berjalan. Tapi karena keegoisanmu kamu merasa mampu dan kompeten dalam segala bidang maka kamu kerjakan semuanya sendiri. Ini namanya egois, over pede dan narsistik. 
Jika hal ini tidak segera kamu perbaiki, maka kamu akan kehilangan segalanya. Kehilangan persahabatan, kehilangan timework, kamu akan jadi orang yang tidak bisa menghargai orang lain, kamu tidak akan puas dengan kinerja orang lain. Ujung-ujungnya kamu akan kesulitan bersosialisasi karena kamu akan senantiasa merasa orang lain salah, orang lain tidak mampu, orang lain tidak bisa. Dan kamulah yang sempurna. Hal  ini akan memunculkan sikap mencintai diri sendiri secara berlebihan.
Tentu hal ini tidak benar dan tidak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia. Manusia itu diciptakan berbeda-beda, baik berbeda dari fisik, suku, latar belakang dan warna kulit begitupun berbeda dari sisi kemampuannya. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalm firmanNya: 
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)
Selain itu, perbedaan juga menunjukan sebagai bukti kekuasan Allah. Dalam firmannya Allah menjelaskan: 
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Sehingga Bisa disimpulakan bahwa perbedaan adalah sunatulloh. Sesuatu yang alami. Karena dengan segala perbedaan itu kita diperintahkan untuk saling mengenal, untuk saling menghargai dan saling melengkapi. Bukan ajang untuk unjuk diri, walaupun mungkin kamu diberikan potensi yang lebih dan kemampuan yang lebih tapi bukan berarti kamu harus menjadi one man show.
Adapun yang dimaksudkan dengan  tujuan penciptaan, maka Allah menciptakan manusia yang bermacam-macam tersebut  hanya dengan satu tujuan yaitu untuk beribadah kepada Allah. Hal ini dijelaskan dalam firmanNya: 
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)
Itulah sejatinya tujuan dari penciptaan manusia, yaitu untuk beribadah. Berikut ini makna ibadah yang dinukilkan dari keterangan Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah di dalam Fath Al-Majid (hal. 17 cetakan Dar Ibnu Hazm). Beliau memaparkan :
Syaikhul Islam mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”
Inilah yang seharusnya menjadi poros hidup manusia. Semua amalan, semua aktifitas harus bermuara pada tujuan untuk beribadah kepada Allah. Jika ini sudah menjadi tujuan maka siapapun kita, seberapa pun potensi yang kita miliki maka kita akan menggunakannya hanya semata-mata untuk Allah. 
Kita tidak akan memandang lagi manusia dengan segala perbedaannya, kita tidak akan menyepelekan kemampuan orang lain. Kita juga tidak akan melakukan aktifitas semaunya sendiri karena kita punya standar yaitu mengejar Ridha Allah.
Pun dalam sebuah jamaah, kelompok atau pun tim. Kamu akan senantiasa menjaga kekompakan, akan menjaga kesolidan tim dan saling mendukung untuk kemajuan dan perjuangan bersama-sama. Kamu akan saling melengkapi walaupun kamu merasa memiliki kemampuan lebih. Kamu  juga akan senantiasa memberi kesempatan pada orang lain untuk melakukan kerja dan perjuangan secara bersama-sama. Dengan itu semua langkah perjuanganmu akan terasa ringan, kebersamaannya akan terasa indah. 
Kamu tidak lagi perlu one man show karena kita dimanapun berada pasti membutuhkan yang lain. Bahkan Rasulullah menggambarkan fenomena ini dengan perumpamaan yang indah yaitu, muslim satu dengan yang lainnya adalah saudara mereka ibarat satu tubuh yang saling melengkapi satu sama lain. 
Persisnya tubuh, semua memiliki fungsi yang berbeda yang dengan fungsi itu semua berjalan alami dan sinergis. Tubuh kita pun begitu kompak dalam menjalankan perannya tidak ada istilah salah satu bagian tubuh ingin menonjol dibanding bagian yang lainnya. Tapi yang ada semua saling membantu untuk kelancaralannya fungsi tubuh. 
Oke mulai sekarang say no to one man show tapi berpeganglah, genggam erat lah sahabatmu. Jagalah kekompakan tim, berjuanglah bersama, karena perjuangan ini terlalu berat untuk ditanggung sendiri, kamu ga akan kuat. Apalagi ketika kita bicara perjuangan Islam di era kekinaian. Wah tentu saja butuh orang-orang hebat yang memiliki berbagai macam potensi. Terutama kamu dear generasi muda, generasi milenial yang dengan penguasaan berbagai macam pengetahuan tentu akan sangat berguna  dalam perjuangan ini. 
Jadi inilah saatnya kamu-kamu generasi muda menunjukan potensinya  untuk Islam, sebagai manifestasinya dalam beribadah. Semakin banyak generasi muda yang berjuang dengan potensi yang berbeda-beda pula maka kemenangan Islam insyaAllah akan segera dalam genggaman. Oke semangat ya mengoptimalkan potensinya dan tunjukan kesolidanmu dalam jamaah yang memperjuangkan kebangkitan Islam. Siap?[]
Penulis adalah founder Komunitas Remaja Mujahidah Karawang

Comment