by

Suatu Hari Seorang Wanita Tunawisma Datang ke Salonku dan Yang Terjadi Kemudian…

Foto: copyright abcnews.go.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tak perlu menunda atau menunggu saat yang tepat untuk berbuat kebaikan.
Kadang kita juga tak pernah menyangka kalau sebuah kebaikan kecil yang
kita lakukan bisa bermakna besar bagi seseorang.

Lee (43 tahun), wanita yang satu ini sudah menjalankan bisnis salonnya selama 32 tahun. Dilansir dari abcnews.go.com,
salonnya yang bernama Your Hair N More adalah salon yang hanya melayani
pelanggan yang telah membuat janji terlebih dahulu. Namun, suatu hari
ada seorang wanita yang datang ke salonnya tanpa membuat janji. “Ada
insting yang kemudian membuatku menyuruhnya untuk datang lagi besok,”
kata Lee.

Wanita itu datang lagi keesokan harinya. Dan setelah
melakukan konsultasi, Lee melihat kalau rambut wanita itu kering, kusam,
dan sudah cukup lama tak dicuci. Rambut wanita itu pun dipenuhi debu
dan kotoran. Saat itulah Lee menyadari kalau wanita itu adalah seorang
tunawisma.

“Aku menyarankannya untuk memotong saja rambutnya
agar mudah diatur,” saran Lee. Apalagi wanita itu bakal susah untuk
selalu menjaga kebersihan rambutnya karena tidak bisa selalu tidur di
tempat yang bersih. “Kubujuk ia untuk mendapatkan gaya rambut wanita
yang cantik.”

Awalnya wanita tersebut ragu untuk dipotong rambutnya. Ia tadinya berniat hanya ingin rambutnya dicuci dan dikeringkan.

“Saat
kami duduk di sini, dia dapat telepon dan dia dapat kabar kalau
mendapat panggilan wawancara,” kata Lee. “Kubilang, ‘Wah, ini pertanda.
Jelas sebuah pertanda.’ Panggilan wawancara itu tepat keesokan harinya.”
Dengan gaya rambut baru, wanita tunawisma tersebut setidaknya bisa
tampil lebih percaya diri untuk wawancara tersebut.

Lee merasa
senang bisa membantu wanita tersebut mendapatkan gaya rambut yang lebih
baik. Apalagi karena kenyataan masih banyaknya orang yang mengabaikan
bahkan mengucilkan para tunawisma.

“Memotong rambut adalah
keahlianku. Aku bisa membuat orang lain merasa makin percaya diri dengan
dirinya sendiri,” kata Lee. Lee sendiri tidak tahu kabar selanjutnya
apakah wanita yang telah dibantunya tersebut lolos dalam seleksi
wawancara kerjanya.  Dia merasa cukup bahagia bisa membantu seorang
wanita asing dengan keahlian yang dimilikinya.

Ladies, apakah
kamu pernah membantu seseorang dengan keahlian yang kamu punya dan
merasakan kebahagiaan yang bahkan tak bisa dijelaskan dengan kata-kata?[VEM]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + two =

Rekomendasi Berita