Sumiati: Hari Ibu Adakah Dalam Islam?

Berita1108 Views
Sumiati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hari Ibu yang diperingati tanggal 22 Desember 2018, biasanya dengan membebaskan tugas ibu dalam pekerjaan dirumahnya. Sehari tanpa tugas rutinnya atau apa saja yang berkaitan dengan pemulyaan ibu.
Memperingati hari Ibu dengan berbagai alasan. Disebagian negara Eropa dan Timur Tengah, hari Ibu atau Mothers Day dirayakan dibulan Maret. Karena hal itu berkaitan dengan kepercayaan mereka yang memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus dan Ibu para Dewa dalam sejarah atau mitologi Yunani kuno. Di Amerika Serikat, Australia,  Kanada, Belanda, Hongkong diperingati hari minggu kedua bulan Mei. Karena hari itu pada tahun 1870 seorang Ibu aktivis sosial, Julia Ward Howe, mencanangkan pentingnya perempuan bersatu menghentikan perang saudara di Amerika yang belum berserikat. 
Begitupun di negara-negara lainnya, mereka menyebut dengan istilah-istilah yang berbeda-beda.
Lalu bagaimana dengan umat islam? 
Islam tentu tidak mengenal hari Ibu. Karena islam sudah memerintahkan setiap anak memperlakukan Ibu dengan istimewa disetiap saat. Banyak al Quran dan hadits yang memerintahkan memulyakan Ibu karena perjuangannya yang tak kan pernah bisa seorang anak membalasnya. 
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴿٢٣﴾
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.S.17:23)

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا ﴿٢٤﴾
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””
(Q.S.17:24)
Jadi jelas umat islam tidak boleh ikut-ikutan dengan agama lain yang hanya mengistimewakan Ibu setahun  sekali saja. Karena itu bukan tradisi islam.

ِ ۚ ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣﴾
 Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(Q.S.5:3).[]

Penulis adalah member AMK, Akademi Menulis Kreatif dan guru di STPKHOIRU UMMAH Rancaekek

Comment