by

Susi Maryam Mulyasari, S.Pdi: Kebobrokan Sistem Pemilu Demokrasi

Susi Maryam Mulyasari, S.Pdi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Nampaknya sistem demokrasi yang diagung-agungkan oleh para penganutnya mulai memperlihatkan kebobrokannya. Sistem pemilu demokrasi yang dipercaya akan memberikan ruang kebebasan nampaknya dibungkam oleh kepentingan.  Kita bisa amati disepanjang sejarah pemilu Indonesia, pemilu tahun 2019 ini adalah yang paling kelam, bahkan sangat jelas memperlihatkan bahwa sistem demokrasi tak layak untuk dipertahankan. 
Hiruk pikuk yang mewarnai pemilu tahun ini sangat memprihatinkan mulai dari telah tercoblosnya surat suara, kotak suara yang kontroversi, salah infut suara ke komputer bahkan telah memakan korban.
Disisi lain perang opini diantara dua calon yang berseteru menambah ketidakpantasan sistem ini diterapkan. 
Terlepas dari itu semua ada semacam ukuran yang baku di sistem pemilu Negeri ini yaitu pihak petahana sangat tidak mau kalau kekuasaannya diambil alih oleh pihak lain, petahana yang masih memiliki pengaruh kekuasaan nampaknya akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya. 
Rezim sekarang ini kalau kita amati sangat pro terhadap asing, pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas kebijakan rezim ini, nampaknya tidak langsung bersinggungan dengan aspirasi dan kepentingan rakyat semuanya berbau asing. 
Sebagai contoh misalkan rencana proyek kereta api cepat Bandung-Jakarta, kalau kita amati sebenarnya kereta ini buat siapa karena dari sarana transportasi hanya sekedar untuk jakarta-Bandung terdiri dari lebih dari satu jenis kendaraan, ditambah akses untuk pulang pergi bandung-jakarta masih sangat mudah, oleh karena itu tidaklah etis kalau tujuan pembangunan ini untuk kepentingan rakyat, boleh jadi rezim ini menggunakan nama rakyat untuk melegalisasi kepentingan asing dan aseng.
Oleh karena sistem demokrasi selamanya tidak akan mampu memberikan ketentraman, kesejahteraan bahkan kemajuan bangsa ini. Oleh karena itu bagi seorang muslim sudah saatnya kembali kepada khitah dakwah  yang ditetapkan oleh Baginda Rasul Saw dengan cara berdakwah dengan sepenuh hati dengan tujuan melanjutkan kehidupan Islam dalam bingkai naungan khilafah Rasyidah. Wallahu alam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita