by

SW. Retnani, S.Pd: Topeng Lembaga Internasional

SW. Retnani, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Syariat Islam merupakan aturan dan hukum yang telah ditentukan oleh Allah SWT, bagi orang-orang yang beragama Islam. Yakni orang-orang yang yakin dan percaya kepada Allah subhanahu wa taala dan rasul-Nya. Konsekuensinya adalah apabila kaum Muslim tidak menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat mendatangkan murka dan Azab dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan kata lain mengingkari kewajiban melaksanakan syariat Islam secara menyeluruh adalah sebuah kekufuran yang wajib dijauhi oleh seluruh umat Islam, maka ketika kita telah memproklamirkan diri sebagai seorang yang beragama Islam, sudah menjadi kewajiban kita untuk masuk ke dalam agama Islam secara Kaffah. Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَاۤ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208).
Yang memiliki makna bahwa kita siap untuk menjalankan seluruh aturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh sang Maha Pencipta, Allah Azza wa Jalla.
Sayangnya, dengan runtuhnya Daulah Khilafah sejak tanggal 3 Maret 1924 syariat Islam sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh pemiliknya yaitu kaum muslim. Syariat Islam hanya ditempatkan dan digunakan pada ibadah mahdhoh saja. Seperti ibadah shalat, shaum. zakat dan haji. Syariat Islam terbelenggu oleh sistem sekularisme- demokrasi yang diusung dan dikembangkan oleh para kaum kuffar. 
Hal ini membuat kaum muslim semakin jauh dari Syariat Islam, bahkan enggan untuk melaksanakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian kaum muslim terlena dengan bujuk rayu orang-orang kafir. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang telah diberikan dan ditanamkan oleh kaum kuffar adalah racun berbisa yang dapat mematikan serta menyengsarakan Dunia Akhirat kaum muslim. Seperti paham sekularisme, kapitalisme, liberalisme, pluralisme, individualisme, nasionalisme, hedonisme, demokrasi dan lain-lain. 
Cengkraman orang-orang kafir ini sangat halus sehingga tidak disadari oleh sebagian kaum muslim. Bahkan sebagian kaum muslim lebih percaya dan yakin terhadap paham-paham kaum kuffar, ketimbang Syariat Islam. Kaum kafir tak menyadari bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu menolong kaum muslim. Allah SWT kirimkan orang-orang Islam yang siap melaksanakan Syariat Islam. Allah SWT menjaga dan melindungi Islam, dari sifat-sifat jahat dan keji orang-orang kafir.
Allah SWT berfirman:
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖ ۗ  هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ  مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ  هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ  ۙ  مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ  ۖ  فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗ  هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ  فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 78).
Dan ayat ini pula yang menjelaskan pertolongan Alloh swt.
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ  مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ  وَمَا لَـکُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ  وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
“Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 107).
Hingga dunia melihat ada sekelompok orang yang siap melaksanakan dan menerapkan syariat Islam. Kaum kuffar meradang, mereka hantam dengan siksaan, hinaan dan fitnah kepada orang-orang Islam yang tunduk pada syariat Islam. Mereka lontarkan kebohongan dan dusta untuk melemahkan tekad dan cita-cita kaum muslim. Mereka hasut orang-orang untuk membenci syariat Islam. sebagaimana yang dilansir dari internasional.sindonews.com bahwa LONDON – Hotel mewah milik Brunei Darussalam yang berada di Inggris, Dorchester Hotel, didemo ratusan orang. Mereka mengecam Sultan Hassanal Bolkiah yang menerapkan Hukum Syariah ketat, termasuk rajam sampai mati bagi pelaku seks sesama jenis (lesbian, gay, biseksual dan transgender/LGBT).
Para demonstran yang didominasi para aktivis pembela hak-hak gay menganggap Sultan Hassanal meniru kelompok Islamic State (ISIS) di Irak dan Suriah karena memberlakukan hukuman seperti itu.
Massa juga mendesak Angkatan Udara dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris memutuskan hubungan dengan Sultan Brunei. Demo yang berlangsung Sabtu sore itu memaksa aparat polisi untuk berdiri di depan pintu hotel untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan.
Lebih dari 100 orang datang dengan membawa bendera pelangi, spanduk dan plakat berisi kecaman terhadap Sultan Hassanal. Shame on you (Malu pada Anda). Teriak para demonstran di luar hotel mewah di Park Lane.
Demo dipimpin oleh aktivis pembela hak-hak gay, Peter Tatchell. Sultan meniru hukuman barbar ISIS di Suriah dan Irak; memberlakukan hukuman mati dengan merajam orang-orang yang terbukti melakukan homoseksualitas, perzinaan dan menghina Nabi Muhammad. Katanya, seperti dikutip The Guardian, Minggu (7/4/2019).
Dia sebanding dengan para fanatik ISIS yang mengeksekusi orang karena kejahatan yang disebutkan ini selama kekhalifahan mereka yang membunuh. Brunei harus diisolasi sebagai negara paria, sama seperti ISIS. 
Selebriti termasuk Sir Elton John, George Clooney dan Ellen DeGeneres pekan lalu mendesak pemboikotan terhadap hotel-hotel mewah milik Brunei yang berada di berbagai negara, termasuk Dorchester London dan 45 Park Lane.
Protes itu terjadi di tengah-tengah seruan agar dua gelar kehormatan yang diberikan Ratu Inggris kepada Sultan Hassanal dilucuti. Sultan mendapat gelar sebagai marsekal di Angkatan Udara dan laksamana di Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Undang-undang baru Brunei yang menyedihkan adalah pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan bertentangan dengan nilai-nilai yang seharusnya mendefinisikan institusi Inggris. Kata Stephen Evans, kepala eksekutif National Secular Society, sebuah badan amal yang menentang hak istimewa agama.
Melucuti gelar kehormatan Sultan yang telah mereka berikan kepadanya akan mengirimkan pesan penting bahwa mereka tidak ingin dengan cara apapun terkait dengan barbarisme abad pertengahan semacam ini. 
Istana Buckingham, melalui seorang juru bicara telah merespons seruan demonstran. Yang Mulia bertindak atas saran pemerintah sehubungan dengan pemberian gelar terhormat ini. 
Kantor Kabinet Inggris juga telah merespons.Kami tidak mengomentari kasus individu. Kata kantor tersebut melalui seorang juru bicara.
Demo muncul setelah Menteri pertahanan Gavin Williamson meminta Brunei memberikan jaminan kepada pasukan gay Inggris di negara untuk tidak terkena dampak undang-undang baru yang mulai diberlakukan sejak Rabu lalu.
Beberapa universitas terkemuka mengisyaratkan untuk mencabut gelar kehormatan Sultan Hassanal.
Kami akan mempertimbangkan kembali keputusan ini melalui proses yang telah kami tetapkan berdasarkan informasi yang sekarang tersedia, seperti yang dilakukan universitas-universitas Inggris lainnya. Kata pihak Oxford University yang pernah memberikan gelar kehormatan pada sultan.
University of Aberdeen dan King’s College London (KCL) juga menyampaikan sikap senada. Komite gelar kehormatan telah setuju bahwa undang-undang anti-LGBT ini benar-benar bertentangan dengan prinsip dan nilai pendiri universitas. Rekomendasi mereka sekarang diserahkan kepada senat kami untuk dipertimbangkan, yang kami harapkan akan terjadi minggu depan.
Sungguh, kaum kafir telah menampakan taringnya. Mereka selalu memulai dan menyulut pertikaian dengan kaum Muslim. Dimana PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), lembaga internasional yang bertugas menjaga keamanan dan kestabilan negara-negara di dunia. Bukankah ini hak dan wewenang dari Sultan Hassanal Bolkiah dan seluruh penduduk Kerajaan Brunei Darussalam? Mengapa negara lain ikut campur dalam kebijakan dan aturan Kerajaan Brunei Darussalam? Mampukah PBB menyelesaikan masalah ini? Atau apakah memang ini sikap PBB? Sebab selama ini ketika muslim yang menjadi pelaku, secepat kilat PBB menampakan diri. Namun, sebaliknya ketika kaum muslim yang menjadi korban, PBB menghilang tak ada kabar beritanya. 
Kalaupun muncul hanya memamerkan batang hidungnya saja, hanya sebatas topeng lembaga internasional ini. PBB tak pernah bisa memberi solusi atas problematika kaum Muslim.  Seluruh kebijakan PBB hanya menyudutkan kaum muslim. Apakah ini memang jati diri PBB? Yang notabene memang terdiri dari berapa negara kaum kafir, seperti Amerika dan Cina. Jadi PBB dibentuk hanya sebagai alat legitimasi penjajahan barat melalui penanaman nilai-nilai sekuler semacam HAM (Hak Asasi Manusia). 
Sehingga individu atau kelompok yang menyalahi kodrat dan fitrahnya sebagai manusia, seperti para pelaku lg8t (lesbian, gay, biseksual, transgender) mendapat angin segar dan peluang untuk menyebarkan virus -virus berbahaya dan mematikan manusia. Akibat lain seperti AIDS atau HIV menyebar dan menjadi pembunuh nomor satu di dunia.
Dan yang pasti, atas kedurhakaan dan kemaksiatan yang terjadi ini, akan mendatangkan murka dan azab dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah SWT akan menghancurkan segala kedzoliman dan kekufuran ini, melalui gempa bumi, tsunami, badai angin, banjir, gunung meletus dan lain-lain. Maka tugas kita sebagai Muslim adalah Amar ma’ruf nahi mungkar. Sebagaimana yang diperintahkan Sang Kholik di dalam kitab suci Alquran. Allah SWT berfirman:
وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat :104).
Sehingga seluruh manusia dapat hidup di jalan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala dan terhindar dari penjajahan yang nyata ataupun terselubung janji-janji manis kaum kafir penjajah. Seperti yang dilakukan negara-negara barat melalui lembaga internasional semacam PBB. Semua kedzaliman kaum kafir ini hanya bisa dilawan dengan institusi politik Islam Global yakni Khilafah Rasyidah ala minhaj an-nubuwwah. 
Khilafah yang akan menjadi perisai dan pelindung seluruh umat manusia. Dengan penerapan syariat Islam secara Kaffah di dalam naungan Khilafah akan menjadikan umat Islam Berjaya dan menjadikan manusia terbaik yg diciptakan Allah SWT. Seluruh alam akan merasakan damai sejahtera. Islam rahmatan lil alamin akan terwujud. Wallahu A’lam Bishawab.[]
Penulis adalah anggota AMK, Bandung

Comment

Rekomendasi Berita