by

Tawati: Memilih Sekolah Terbaik bagi Anak

Tawati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil paham betul bahwa dibutuhkan pertimbangan jitu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Jarak domisili plus hasil Ujian Nasional menjadi salah dua indikator terpenting. Oleh karena itu, Atalia Praratya mempertimbangkan dua indikator itu sebelum mendaftarkan anak keduanya Camillia Laetitia Azzahra ke SMA Negeri 3 Bandung, Senin (17/6/2019). Dia pun menyarankan kepada orang tua siswa lain untuk menempuh langkah serupa. (Dikutip Jabarprov.go.id)
Orangtua yang baik tentu akan berupaya memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Karena itu memilih lembaga pendidikan terbaik bagi anaknya akan menjadi perhatian yang serius. Saat ini, jika Anda mau memilih sekolah yang berkualitas, konsekuensinya harus memilih sekolah swasta. Konsekuensi lanjutnya, Anda harus merogoh kocek lebih dalam dibanding jika memilih sekolah umum (sekolah negeri).
Sistem zonasi selalu jadi masalah setiap tahunnya. Kebijakan yg lahir dari sistem rusak memang tidak solutif, justru menambah masalah baru. Bukan memperbaiki kualitas sekolah, justru banyak ketimpangan dan penyimpangan. Sistem pendidikan berkualitas hanya lahir dari sistem yang baik.
Fenomena sulitnya mencari sekolah berkualitas ini tidak pernah terjadi ketika Islam berjaya dan diterapkan sistem pendidikan Islam oleh institusi Khilafah Islamiyah. Pasalnya, pendidikan dalam pandangan Islam merupakan salah satu kebutuhan primer bagi rakyat secara keseluruhan. Karena itu negara wajib membuka dan membangun sekolah-sekolah dasar, menengah maupun pendidikan tinggi dalam jumlah yang memadai sesuai dengan jumlah rakyatnya. Setiap sekolah juga harus memiliki kualitas yang terjamin baik dari muatan pendidikannya maupun sarana dan prasarananya.
Dari sisi muatan pendidikan, sekolah menerapkan kurikulum Daulah Islam yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian (syakshiyyah) Islami; pola pikir dan pola sikapnya berlandaskan akidah Islam. Dengan kurikulum Islam yang komprehensif tersebut anak didik dipersiapkan untuk menjadi manusia yang menguasai ilmu agama (tsaqafah Islam) sekaligus ilmu-ilmu sain dan keahlian yang dibutuhkan dalam mengarungi kehidupan ini. Mereka juga diarahkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang matang, mandiri dan memimpin umat menuju kemajuan di segala bidang kehidupan.
Adapun sarana dan prasarana pendidikan yang sangat menunjang keberhasilan dalam proses pendidikan juga sangat diperhatikan keberadaan dan kualitasnya. Setiap kegiatan pendidikan dilengkapi dengan sarana-sarana fisik yang mendorong terlaksananya program dan kegiatan pendidikan sesuai dengan kreativitas, daya cipta dan kebutuhan. Itu mencakup bangunan gedung sekolah, asrama siswa, perumahan staf pengajar/guru, buku-buku pelajaran, perpustakaan, laboratorium, ruang seminar-auditorium tempat aktivitas diskusi, majalah, surat kabar, radio, televisi, komputer, dan lain sebagainya.  Semua sarana tersebut disediakan dalam jumlah yang memadai, berkualitas baik, dan yang paling penting adalah gratis.
Dengan kebijakan pendidikan dalam Daulah Khilafah demikian, para orangtua tidak perlu bingung memilih sekolah bagi buah hatinya. Semua sekolah yang didirikan Negara Khilafah adalah sekolah dengan standar terbaik dan gratis. Kalau pun ada sekolah swasta yang didirikan oleh masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, tidak akan mengambil keuntungan materi seperti di alam kapitalis saat ini. Pasalnya, mereka yang mendirikan sekolah tersebut hanya berharap amal shalih mereka menjadi amal jariyah. Walhasil, orangtua tinggal memberikan arahan dan motivasi yang kuat kepada anak-anaknya agar bersungguh-sungguh dalam menjalani program pendidikannya.
Memilih Sekolah Terbaik
Berikut beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan terbaik untuk anak kita :
1. Pilihlah lembaga pendidikan yang mengajarkan tsaqafah Islam yang dibutuhkan sesuai jenjang usia anak didik. Lebih baik lagi jika sekolah itu menerapkan kurikulum yang berbasis akidah Islam.
2. Pilihlah lembaga pendidikan yang merekrut guru-guru yang professional, amanah dan kafa’ah. Guru sangat menentukan dalam keberhasilan proses belajar mengajar untuk membentuk syakhsiyah (kepribadian) anak didik karena guru akan menjadi teladan terdekat setelah kedua orangtuanya.
3. Pilih lembaga pendidikan yang menjalankan proses belajar mengajar secara Islami. Para gurunya berusaha menyampaikan pelajaran dengan talqiy[an] fikriy[an], yakni dengan bahasa yang berpengaruh sehingga anak didik bisa benar-benar memahami pelajaran yang disampaikan (tidak hanya sekedar transfer ilmu).
4. Pilihlah lembaga pendidikan dengan lingkungan dan budaya yang kondusif bagi pencapaian tujuan pendidikan secara optimal. Tidak hanya menanamkan pikiran yang Islami terhadap anak didik, tetapi juga menerapkan kebiasaan yang Islami seperti mewajibkan seluruh personil (guru, karyawan dan siswa) menutup aurat, tidak bercampur-baur (ikhtilat) dengan lawan jenis dalam kegiatan belajar-mengajar dan lain-lain.
5. Pilihlah lembaga pendidikan yang membuka lebar ruang interaksi dengan keluarga dan masyarakat agar keluarga dan masyarakat dapat berperan optimal dalam menunjang proses pendidikan. Sekolah berusaha menyatukan visi dan misi pendidikannya kepada pihak keluarga dan masyarakat sehingga kepribadian anak didik terbentuk secara utuh sesuai dengan Islam.
Pada akhirnya, memang harus ada upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan sistem pendidikan Islam dalam kerangka institusi Khilafah Islamiyah untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik. Semoga masa itu segera terwujud sehingga orangtua tidak lagi galau memikirkan nasib pendidikan anaknya. Wallahua’lam.[]

Comment

Rekomendasi Berita